Stockwatch.id Versi penuh
Global

Trump Mau Naikkan Tarif Impor, Bursa Asia Bergerak Variatif!

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham Asia-Pasifik ditutup beragam pada akhir perdagangan Selasa (8/7/2025) waktu setempat. Investor mencermati rencana Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang akan...

Oleh Daiz 09 Jul 2025 00:01 2 menit baca

Kalcernomic STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham Asia-Pasifik ditutup beragam pada akhir perdagangan Selasa (8/7/2025) waktu setempat. Investor mencermati rencana Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang akan mengenakan tarif impor baru kepada sejumlah negara mitra dagang mulai 1 Agustus 2025.

Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut produk dari Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Kazakhstan, dan Tunisia akan dikenakan tarif sebesar 25%. Negara-negara Asia lain seperti Indonesia, Bangladesh, Kamboja, dan Thailand juga masuk daftar.

Indonesia disebut akan menghadapi tarif sebesar 32%. Bangladesh dikenakan 35%, sedangkan Kamboja dan Thailand masing-masing 36%. Untuk produk dari Laos dan Myanmar, tarif yang dikenakan mencapai 40%.

Langkah ini menarik perhatian para analis global. Tim riset Citi Economics menyatakan, “Kami menganggap menarik pengecualian untuk wilayah seperti Taiwan, India, Filipina, Sri Lanka, dan Pakistan.”

Mereka juga mengomentari pernyataan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, yang berencana mengirim sekitar 100 surat ke negara-negara kecil dengan nilai perdagangan rendah. Citi berharap negara-negara yang belum menerima surat tersebut akan dikenakan tarif minimum sebesar 10%.

Analis dari Barclays juga memperkirakan masih ada kemungkinan surat tambahan dikirim dalam beberapa hari ke depan. “Yang akan mengejutkan justru jika terjadi revisi besar-besaran terhadap besaran tarif,” tulis Barclays dalam catatannya.

Barclays menambahkan, bila kebijakan tarif ini benar-benar berlaku pada 1 Agustus, maka tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi global bisa meningkat. Namun, tenggat waktu itu dinilai memberi ruang untuk negosiasi lanjutan.

Sementara itu, pasar saham Asia bergerak variatif. Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,26% menjadi 39.688,81. Indeks Topix juga menguat 0,17% ke level 2.816,54.

Indeks Kospi di Korea Selatan melonjak 1,81% ke posisi 3.114,95. Indeks Kosdaq, yang berisi saham-saham berkapitalisasi kecil, naik 0,74% ke 784,24.

Bursa China juga ditutup di zona hijau. Indeks CSI 300 naik 0,84% menjadi 3.998,45. Di Hong Kong, indeks Hang Seng menguat 1,09% dan ditutup di posisi 24.148,07.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 naik tipis 0,02% ke 8.590,70. Investor masih mencermati keputusan bank sentral Australia yang mempertahankan suku bunga di level 3,85%.

Sementara itu, indeks acuan di India seperti Nifty 50 dan BSE Sensex cenderung stabil hingga siang waktu setempat.

Topik terkait
BBTN BTN Syariah BTN Unit Usaha Syariah (UUS) Spin Off UUS BTN Bank Tabungan Negara Euromoney Islamic Finance Awards 2025 Saham Bursa Asia Donald Trump Indeks Nikkei 225 Jepang Bursa saham Asia-Pasifik Indeks Kospi Korea Selatan Hang Seng Hong Kong Tospi Kosdag