Wall Street Ambruk! S&P 500 Terjun Bebas Gegara Ancaman Tarif Trump

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street kembali tertekan pada penutupan perdagangan Kamis (13/3/2025) waktu setempat atau Jumat pagi (14/3/2025) WIB. Investor panik setelah Presiden Donald Trump mengumu...

Wall Street Ambruk! S&P 500 Terjun Bebas Gegara Ancaman Tarif Trump
Bacakan Artikel

Ketidakpastian kebijakan perdagangan AS di bawah Trump terus menekan pasar. Investor semakin khawatir kebijakan ini dapat melemahkan kepercayaan korporasi dan konsumen. Sepanjang pekan ini, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing telah turun 4,3% dan 4,9%. Dow juga kehilangan 4,7%, menjadikannya pekan terburuk sejak Juni 2022.

Nasdaq sudah lebih dulu memasuki wilayah koreksi sebelum sesi perdagangan Kamis, kini turun lebih dari 14% dari rekor tertingginya. Sementara itu, indeks Russell 2000, yang mencerminkan saham-saham berkapitalisasi kecil, mendekati bear market setelah anjlok sekitar 19% dari puncaknya. Di Wall Street, koreksi terjadi saat indeks turun 10% dari puncaknya, sedangkan bear market didefinisikan sebagai penurunan 20% atau lebih.

"Perang tarif ini semakin memanas sebelum sempat mereda. Ini hanya menambah ketidakpastian yang tentu berdampak negatif bagi saham," ujar Jed Ellerbroek, manajer portofolio di Argent Capital Management.

Di sisi lain, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan bahwa pemerintahan Trump lebih fokus pada kesehatan ekonomi jangka panjang daripada pergerakan pasar dalam waktu singkat. "Saya tidak khawatir dengan sedikit volatilitas dalam tiga minggu terakhir," katanya dalam wawancara di CNBC.

Pasar saham tetap melemah meski ada tanda-tanda inflasi yang mereda. Indeks harga produsen (PPI) AS untuk Februari tidak mengalami kenaikan, berlawanan dengan ekspektasi yang memperkirakan peningkatan. Ini mengikuti data indeks harga konsumen (CPI) yang juga lebih rendah dari perkiraan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: