Wall Street Berakhir Beragam! S&P 500 Kembali Untung Berkat Lonjakan Saham Nvidia

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street berakhir beragam pada penutupan perdagangan Selasa (13/5/2025) waktu setempat atau Rabu pagi (14/5/2025) WIB, Indeks saham utama AS, S&P 500, menguat dan berh...

Wall Street Berakhir Beragam! S&P 500 Kembali Untung Berkat Lonjakan Saham Nvidia
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (NEWYORK) Wall Street berakhir beragam pada penutupan perdagangan Selasa (13/5/2025) waktu setempat atau Rabu pagi (14/5/2025) WIB, Indeks saham utama AS, S&P 500, menguat dan berhasil menghapus kerugian yang terjadi sepanjang 2025. Kenaikan ini didorong oleh kelanjutan lonjakan yang tercatat pada sesi sebelumnya, seiring meredanya ketegangan perdagangan antara AS dan China.

Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York) turun 269,67 poin atau 0,64% ke level 42.140,43. Indeks S&P 500 (SPX) 500 naik 42,36 poin atau 0,72% dan berakhir di level 5.886,55. Sementara itu, Indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, menguat 301,74 poin atau naik 1,61% ke posisi 19.010,08.

Saham Nvidia menjadi salah satu pendorong utama kenaikan pasar hari ini. Saham perusahaan pembuat chip ini naik 5,6% setelah diumumkan bahwa Nvidia akan mengirimkan 18.000 chip kecerdasan buatan (AI) terbarunya ke Arab Saudi. Kenaikan saham Nvidia juga diikuti oleh produsen chip lainnya, seperti Broadcom yang naik hampir 5% dan AMD yang menambahkan 4% pada sahamnya.

Dengan kenaikan pada hari Selasa, S&P 500 berhasil mencatatkan kenaikan sekitar 0,1% untuk tahun 2025. Sebelumnya, indeks ini sempat turun lebih dari 17% sepanjang tahun ini karena ketegangan perdagangan yang mengurangi kepercayaan investor. Namun, pasar saham mendapat dorongan positif setelah pemerintah AS dan China sepakat menunda tarif perdagangan selama 90 hari, yang diumumkan awal pekan ini. Kesepakatan tersebut membuat saham Wall Street melesat pada Senin, dengan Dow Jones naik lebih dari 1.000 poin.

"Jika kita menggabungkan [berita perdagangan] dengan kesepakatan chip besar di Arab Saudi, penurunan inflasi yang akan mendekatkan pemangkasan suku bunga, dan rincian substansial mengenai [pemotongan pajak] — hasilnya adalah pasar yang penuh dengan risiko," kata Jamie Cox, managing partner di Harris Financial Group. "Gedung Putih pada hari Selasa mengumumkan investasi sebesar US$600 miliar di AS," tambahnya.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2