Wall Street Berakhir Variasi, Inflasi Melandai Tapi Pasar Belum Bergairah

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) โ€“ Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Jumat sore (13/2/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi (14/2/2026) WIB. Indeks S&P...

Wall Street Berakhir Variasi, Inflasi Melandai Tapi Pasar Belum Bergairah
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (NEW YORK) โ€“ Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Jumat sore (13/2/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi (14/2/2026) WIB. Indeks S&P 500 dan Dow Jones menguat tipis, namun gagal memicu reli besar. Para investor tengah mencerna laporan inflasi konsumen yang sedikit lebih rendah dari perkiraan.

Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York naik 48,95 poin atau 0,10% ke level 49.500,93. Indeks S&P 500 (SPX) juga bertambah 0,05% dan berakhir di posisi 6.836,17. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, turun 0,22% menjadi 22.546,67.

Biro Statistik Tenaga Kerja melaporkan indeks harga konsumen (CPI) naik 0,2% pada Januari. Secara tahunan, inflasi AS berada di level 2,4%. Angka ini lebih rendah dari estimasi ekonom dalam survei Dow Jones yang memprediksi kenaikan bulanan 0,3% dan tahunan 2,5%.

Inflasi inti, yang tidak termasuk harga makanan dan energi yang bergejolak, sesuai dengan ekspektasi. Angkanya tercatat sebesar 0,3% secara bulanan dan 2,5% secara tahunan.

Phil Blancato, Chief Market Strategist Osaic, memberikan pandangannya. Menurutnya, data ini menjadi sinyal positif bagi kebijakan moneter mendatang.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: