Wall Street Berhasil Rebound, Investor Borong Saham Teknologi di Tengah Konflik Iran

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) โ€“ Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Senin sore (2/3/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (3/3/2026) WIB. Tiga indeks utam...

Wall Street Berhasil Rebound, Investor Borong Saham Teknologi di Tengah Konflik Iran
Bacakan Artikel

Di sisi lain, harga minyak mentah Amerika Serikat sempat melonjak. Investor khawatir konfrontasi ini akan memicu perang yang lebih luas. Hal ini bisa mengganggu pasokan energi global. Iran merupakan produsen minyak terbesar keempat di OPEC. Harga minyak mentah sempat meroket 12% pada titik tertingginya.

Ketegangan bertambah usai komandan Garda Revolusi Iran mengeluarkan peringatan. Selat Hormuz diklaim telah ditutup. Jalur ini merupakan titik sempit paling penting bagi aliran minyak mentah dunia. Akibatnya, minyak mentah berjangka Brent tetap naik hampir 8%. Gangguan berkelanjutan di sana bisa mengguncang pasar energi global. Tekanan inflasi juga berpotensi menyala kembali.

Penurunan harga minyak dari puncaknya pada sesi tersebut turut membantu meredakan kepanikan pasar. Ross Mayfield, Ahli Strategi Investasi Baird, memberikan pandangannya terkait situasi harga minyak ini.

"Kemacetan panjang di sana akan memberikan potensi kenaikan yang berarti bagi harga minyak pada posisi saat ini. Kejutan dua minggu pada harga minyak tidak akan berdampak besar bagi konsumen AS atau pemikiran The Fed tentang suku bunga, tetapi peningkatan level selama beberapa bulan akan berdampak," ungkap Mayfield.

Data historis juga menunjukkan tren positif bagi pasar saham. Ekuitas biasanya kebal terhadap konflik geopolitik masa lalu. Data Wells Fargo mencatat pola serupa. S&P 500 umumnya kembali positif dalam dua minggu setelah konflik besar. Indeks ini rata-rata naik 1% dalam waktu tiga bulan. Pengejaran diskon harga saham oleh para pedagang pada Senin disinyalir mengikuti pola sejarah ini.

Pilih Halaman: