Wall Street Lesu, Kekhawatiran Utang AS dan Yield Tinggi Bayangi Pasar

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street ditutup nyaris datar pada akhir perdagangan Kamis (22/5/2025) waktu setempat atau Jumat pagi (23/5/2025) WIB. Pelaku pasar masih dibayangi kekhawatiran soal kenai...

Wall Street Lesu, Kekhawatiran Utang AS dan Yield Tinggi Bayangi Pasar
Bacakan Artikel

Jed Ellerbroek, Manajer Portofolio di Argent Capital Management, menjelaskan bahwa dampaknya bisa berbeda dalam jangka pendek dan panjang.

"Secara jangka pendek, RUU pajak ini bagus untuk ekonomi. Ini akan mendorong pertumbuhan PDB di 2026. Pajak dikurangi untuk banyak orang, belanja pemerintah naik, terutama untuk pertahanan, dan hal-hal itu bisa merangsang ekonomi," ujar Ellerbroek dalam wawancara dengan CNBC.

Namun, ia juga memperingatkan dalam jangka panjang, dampaknya bisa merugikan.

“Yield naik, yang artinya harga obligasi turun karena Treasury makin tidak menarik dan kurang dipercaya. Defisit anggaran tetap tinggi dalam waktu lama tanpa tanda-tanda membaik,” tambahnya.

Kondisi ini diperparah dengan lelang obligasi pemerintah AS tenor 20 tahun yang buruk sehari sebelumnya. Hal ini memicu lonjakan yield dan mendorong aksi jual saham secara masif.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: