Wall Street Tersungkur Jelang Thanksgiving, Saham Teknologi Jadi Biang Keroknya!
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street mengalami penurunan pada penutupan perdagangan hari Rabu (27/11/2024) waktu setempat atau Kamis pagi (28/11/2024) WIB, menjelang libur Thanksgiving. Investor rama...
David Alcaly, ahli strategi dari Lazard Asset Management, mengatakan angka inflasi ini sejalan dengan ekspektasi. “Meski begitu, The Fed mungkin akan mencari alasan untuk lebih hawkish, terutama jika ada kebijakan inflasi baru seperti tarif tambahan,” ujarnya.
Volume perdagangan di Bursa Efek New York turun sekitar 20% dibandingkan hari biasa. Libur Thanksgiving membuat pekan ini lebih singkat, dengan pasar tutup pada Kamis dan hanya buka setengah hari pada Jumat.
Meskipun melemah, Wall Street secara keseluruhan masih menunjukkan hasil positif untuk pekan ini. Dow Jones diproyeksikan naik 1%, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing menguat 0,5% dan 0,3%. Sepanjang November, Dow melesat lebih dari 7%, kenaikan bulanan terbesar tahun ini. S&P 500 dan Nasdaq juga masing-masing mencatat kenaikan lebih dari 5%.
Investor kini menanti akhir bulan dengan harapan akan adanya dorongan baru dari pasar. Namun, sektor teknologi tampaknya masih harus menghadapi tantangan yang tidak mudah ke depannya.
- 1
- 2
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Stock Futures Bergerak Datar, Wall Street Menunggu Kepastian dari Timur Tengah
- Wall Street Tutup Mei dengan Rekor Baru, Saham Dell Melonjak 33% di Tengah Eufor...
- Harapan Gencatan Senjata AS-Iran Menguat, Bursa Eropa Kompak Parkir di Zona Hija...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%