74 Tahun Bank BTN: Membangun Peradaban dan Menggerakkan Ekonomi Bangsa

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) telah menjadi pilar utama dalam membangun peradaban dan menggerakan ekonomi bangsa selama 74 tahun terakhir. Sejak didirikan pada...

74 Tahun Bank BTN: Membangun Peradaban dan Menggerakkan Ekonomi Bangsa
Bacakan Artikel

Optimisme senada disampaikan sejumlah praktisi properti. Kondisi sektor properti pada tahun 2024 diprediksi akan tetap positif. Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) triwulan III 2023 menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,96% (year-over-year), yang lebih tinggi dari pertumbuhan sebelumnya.

Di sisi lain, pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi dan insentif untuk mendukung pertumbuhan industri properti. Salah satunya adalah kebijakan insentif berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang diberlakukan untuk pembelian rumah baru, baik rumah tapak maupun apartemen siap huni, mulai November 2023 hingga Desember 2024. Kebijakan ini diharapkan mampu memberikan dorongan positif bagi pertumbuhan sektor properti.

[caption id="attachment_5592" align="alignnone" width="1019"] BTN  Mobile[/caption]

Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang baik dan peluang yang tinggi di sektor properti, 2024 diharapkan akan menjadi tahun yang positif bagi perkembangan ekonomi Indonesia. Penting bagi pemerintah, pelaku industri, dan semua pemangku kepentingan untuk bekerja sama dalam menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Pada 2024,  industri properti Indonesia siap menghadapi sejumlah tren yang diprediksi akan memengaruhi pasar. Generasi milenial diproyeksikan akan tetap menjadi segmen terbesar dalam industri properti hingga tahun 2045. Di samping itu, peningkatan jumlah dengan kekayaan bersih sangat tinggi (Ultra High Net Worth Individuals/UHNWI) di Indonesia dan perkembangan industri kesehatan dan kesejahteraan (wellness industry) juga akan mempengaruhi tren pertumbuhan sektor properti.

Menurut Pengamat Properti, Panangian Simanungkalit, menyediakan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), milenial, dan Generasi Z merupakan potensi yang dapat mendorong pertumbuhan sektor properti di tahun 2024. Fokus utama tetap pada penyelesaian masalah backlog perumahan yang terus meningkat.

Panangian menegaskan bahwa pemerintah harus memberikan perhatian yang lebih besar terhadap kebutuhan perumahan bagi rakyat, khususnya milenial dan MBR. Program pemerintah yang bertujuan untuk menghilangkan backlog pada tahun 2045 dinilai sebagai langkah yang baik, namun diperlukan komitmen dan tindakan konkret untuk mencapainya.

Meskipun dihadapkan dengan kondisi ekonomi global yang penuh tantangan, BTN tetap yakin Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mencatat pertumbuhan positif pada 2024. Selama tahun 2023, BTN berhasil menyalurkan kredit dan pembiayaan sejumlah Rp333,69 triliun, meningkat 11,9% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp298,28 triliun. Pertumbuhan kredit dan pembiayaan ini melampaui pencapaian industri perbankan nasional yang hanya 10,38% pada tahun yang sama.

Pertumbuhan kredit BTN pada tahun 2023 masih didominasi oleh kredit ke sektor perumahan. Penyaluran KPR Subsidi meningkat 10,9% menjadi Rp161,74 triliun dari Rp145,86 triliun pada tahun sebelumnya. Sementara itu, KPR Non Subsidi juga mengalami pertumbuhan sebesar 9,5%, dari Rp87,82 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp96,17 triliun pada tahun 2023. Nixon menyatakan, "Kami terus memacu penyaluran kredit dengan prinsip kehati-hatian, menjaga rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tetap terjaga dengan baik."

Pilih Halaman: