APRINDO Luncurkan Friday Mubarak 2026, Target Transaksi Rp119 Triliun
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) resmi meluncurkan program Friday Mubarak 2026. Inisiatif ini bertujuan memperkuat konsumsi domestik menjelang momen Ramadan dan I...
STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) resmi meluncurkan program Friday Mubarak 2026. Inisiatif ini bertujuan memperkuat konsumsi domestik menjelang momen Ramadan dan Idulfitri.
Program Friday Mubarak 2026 berlangsung mulai 11 Februari hingga 31 Maret 2026. Sebanyak 200 perusahaan ritel anggota APRINDO di seluruh Indonesia ikut terlibat dalam gerakan besar ini.
Nilai transaksi ritel secara nasional selama periode program ditargetkan mencapai Rp119 triliun. Angka fantastis ini diharapkan menjadi dorongan nyata bagi ekonomi nasional pada kuartal pertama 2026.
Sektor ritel memegang peran penting sebagai penjaga stabilitas harga di tingkat konsumen. Pemerintah sendiri mematok target pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 5,4% untuk tahun 2026.
Ketua Umum APRINDO, Solihin menjelaskan tujuan besar di balik program ini. Ia menyampaikan pesan tersebut saat acara Kick-Off di Lotte Mart, Kuningan City Mall, Jakarta.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Pemerintah Klarifikasi Isu Kunjungan ke Italia, Prabowo Fokus Perkuat Kerja Sama...
- Kolaborasi Strategis Bersama APTISI, SURGE Wujudkan Revolusi Pendidikan Digital...
- Anak Usaha Waskita Karya (WSKT) Optimistis Sektor Properti Terus Tumbuh, Didukun...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%