Bank BTPN Beri Pinjaman Sindikasi Rp1,11 Triliun kepada Seino Indomobil Logistics
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank BTPN Tbk (Bank BTPN/BTPN) bersama empat kreditur lainnya sepakat memberikan fasilitas pinjaman sindikasi senilai Rp1,11 triliun kepada PT Seino Indomobil Logistics (P...
Penyaluran pinjaman sindikasi ini akan mendorong kinerja Bank BTPN untuk terus tumbuh. Hingga akhir Maret 2023, Bank BTPN mencatat pertumbuhan kredit sebesar 5% year-on-year (yoy) menjadi Rp149,90 triliun, dibanding Rp142,37 triliun yang tercatat pada periode yang sama tahun lalu.
Khusus di segmen korporasi, pertumbuhan kredit mencapai 7% yoy pada akhir Maret 2023. Melalui segmen korporasi, Bank BTPN terus aktif berpartisipasi dalam pembiayaan sindikasi, khususnya proyek infrastruktur, proyek energi baru terbarukan, pembiayaan terkait lingkungan, sosial, dan tata kelola, termasuk pembiayaan hijau dan industri pendukung, termasuk industri pendukung ekspor, yang sejalan dengan program pembangunan pemerintah Indonesia.
Bank BTPN juga akan terus meningkatkan layanan pendukung di segmen korporasi, seperti trade finance dan valuta asing. “Segmen korporasi Bank BTPN akan terus tumbuh tahun ini, dengan memperluas target segmen, menambah produk baru, dan menguatkan teknologi,” tutup Nathan.
- 1
- 2
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Pendapatan Bhuwanatala Indah Permai (BIPP) Turun 42,2% di Kuartal I 2026, Ini Pe...
- BRI Perpanjang Promo KPR Solusi hingga Juni 2026, Bunga Mulai 2,50% dan Tenor Sa...
- BUMA Internasional Grup (DOID) Catat Pendapatan US$318 Juta, Rugi Turun 66% di K...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%