BEI Pertanyakan Harga Rights Issue Cashlez (CASH) di Atas Pasar, Ini Penjelasan Manajemen

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ€“ PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait penetapan harga pelaksanaan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek...

BEI Pertanyakan Harga Rights Issue Cashlez (CASH) di Atas Pasar, Ini Penjelasan Manajemen
Bacakan Artikel

Dalam aksi korporasi tersebut, setiap pemegang 168 saham lama berhak memperoleh 117 HMETD. Tingkat dilusi maksimum diperkirakan mencapai 41,05%.

Andri Wijono Sutiono (AWS) dan Hasim Sutiono (HS) bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer). Hingga 30 April 2026, AWS tercatat memiliki 33,80% saham Perseroan, sedangkan HS menguasai 33,64%. Keduanya merupakan pihak terafiliasi yang memiliki hubungan keluarga.

Dari sisi kinerja, CASH membukukan pendapatan sebesar Rp110 miliar pada 2025, turun dibandingkan Rp138 miliar pada 2024. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh turunnya penjualan perangkat menjadi Rp77 miliar dari sebelumnya Rp104,55 miliar.

Perseroan juga mencatat rugi bersih sebesar Rp67,7 miliar pada 2025, meningkat dari rugi bersih Rp34,8 miliar pada tahun sebelumnya. Kenaikan rugi bersih dipengaruhi oleh meningkatnya beban umum dan administrasi serta pembentukan provisi penurunan nilai piutang kepada Koperasi Catur Pilar Bersatu sebesar Rp11,1 miliar.

Untuk menjaga posisi ekuitas yang tercatat sebesar Rp62 miliar agar tidak menjadi negatif, manajemen menjalankan strategi transformasi bisnis dan efisiensi operasional. Perseroan juga berupaya meningkatkan volume transaksi dan memperluas jaringan merchant guna memperkuat kinerja usaha.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: