BNI Kucurkan Rp182,2 Triliun untuk Pembiayaan Berkelanjutan, Siap Dorong Ekonomi Hijau!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menunjukkan komitmennya dalam mendukung transisi menuju ekonomi hijau lewat pembiayaan berkelanjutan. Hingga April 2025, tota...
Sebagai mitra strategis, BNI aktif mendorong transisi berkelanjutan melalui layanan pendampingan dan pembiayaan berbasis Sustainability Linked Loans (SLL).
Total pembiayaan SLL yang telah disalurkan BNI mencapai Rp6,0 triliun. Dana ini diberikan kepada berbagai sektor, seperti agrifood, manufaktur semen, baja, produk batubara, dan kemasan. Tujuannya untuk mendorong peningkatan kinerja keberlanjutan para pelaku industri.
BNI juga menerapkan Risk Acceptance Criteria (RAC) yang mencakup mitigasi risiko perubahan iklim. Kriteria ini berisi syarat minimum yang harus dipenuhi calon debitur dari sektor yang berisiko tinggi terhadap lingkungan.
Syarat tersebut antara lain sertifikasi RSPO/ISPO, penerapan kebijakan No Deforestation, No Peat, and No Exploitation (NDPE), serta kepemilikan dokumen AMDAL, UPL/UKL, atau PROPER yang sesuai dengan sektor usahanya.
Pembiayaan ke sektor-sektor dengan emisi tinggi juga dilakukan secara selektif. BNI mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) serta rencana transisi energi yang jelas dari debitur.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Pendapatan Bhuwanatala Indah Permai (BIPP) Turun 42,2% di Kuartal I 2026, Ini Pe...
- BRI Perpanjang Promo KPR Solusi hingga Juni 2026, Bunga Mulai 2,50% dan Tenor Sa...
- BUMA Internasional Grup (DOID) Catat Pendapatan US$318 Juta, Rugi Turun 66% di K...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%