Didominasi Reksa Dana dan Bank, Investor ‘Emak-emak’ Mulai Borong Surat Utang
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Peta investor pasar surat utang korporasi di Indonesia menunjukkan dinamika menarik jelang akhir tahun 2025. Industri reksadana dan perbankan tercatat masih menjadi penguasa...
Di tengah dominasi institusi, kejutan datang dari investor ritel. Partisipasi investor perorangan ini mencatatkan lonjakan signifikan. Per akhir September 2025, kepemilikan obligasi korporasi oleh investor ritel menyentuh angka Rp 41,36 triliun.
Angka ini meroket tajam jika dibandingkan data satu dekade lalu. Pada tahun 2015, angka kepemilikan ritel hanya sebesar Rp 6,47 triliun.
“Ini menarik ya, walaupun secara proporsi masih kecil, tapi ini meningkat,” kata Irmawati.
Padahal, potensi dana dari investor ritel sangat besar. Data C-BEST mencatat total aset investor ritel dari kalangan pengusaha mencapai Rp 723,8 triliun. Aset dari pegawai negeri dan swasta tercatat sebesar Rp 501,9 triliun.
Lonjakan ini didorong oleh kemudahan akses melalui sistem Electronic Initial Public Offering (E-IPO). Sistem ini membuka kesempatan lebar bagi masyarakat untuk membeli langsung di pasar perdana. Profil investor ritel yang masuk pun cukup beragam, mulai dari pengusaha hingga ibu rumah tangga.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Pendapatan Bhuwanatala Indah Permai (BIPP) Turun 42,2% di Kuartal I 2026, Ini Pe...
- BRI Perpanjang Promo KPR Solusi hingga Juni 2026, Bunga Mulai 2,50% dan Tenor Sa...
- BUMA Internasional Grup (DOID) Catat Pendapatan US$318 Juta, Rugi Turun 66% di K...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...