Diversifikasi Bisnis, Sinergi Inti (INET) Tambah Lini Usaha Perdagangan Besar Telekomunikasi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) -  PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) atau disebut SINERGY berencana mengembangkan lini usaha baru di bidang perdagangan besar telekomunikasi. Masuknya INET pada  kegiata...

Diversifikasi Bisnis, Sinergi Inti (INET) Tambah Lini Usaha Perdagangan Besar Telekomunikasi
Bacakan Artikel

Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) -  PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) atau disebut SINERGY berencana mengembangkan lini usaha baru di bidang perdagangan besar telekomunikasi. Masuknya INET pada  kegiatan perdagangan besar telekomunikasi, mendorong perusahaan dapat memperluas rantai nilai dari sekadar penyedia infrastruktur dan layanan konektivitas menjadi pelaku aktif dalam distribusi perangkat, komponen, dan solusi telekomunikasi seperti switch, router, optical transceivers, kabel serat optik, serta panel distribusi.

Integrasi vertikal ini memungkinkan efisiensi operasional, mulai dari pengadaan komponen lebih kompetitif lewat pembelian dalam jumlah besar, pengendalian kualitas perangkat yang digunakan dalam pemasangan dan pemeliharaan jaringan, hingga margin bisnis lebih besar dari kegiatan perdagangan.

Manajemen INET dalam keterbukaan informasi, Senin 13 April 2026 menjelaskan, penambahan KBLI ini akan mendukung fleksibilitas bisnis untuk melayani segmen pelanggan yang lebih luas, termasuk ISP lain, kontraktor jaringan, dan korporasi yang membutuhkan solusi jaringan end-to-end; sehingga memperkuat posisi pasar perusahaan dalam ekosistem telekomunikasi nasional.

Dari perspektif kepatuhan dan akuntabilitas, pencantuman KBLI yang relevan juga memperjelas ruang lingkup usaha di dokumen resmi seperti akta, izin usaha, dan laporan kepada otoritas terkait, yang memberi kepastian hukum dan memudahkan perusahaan dalam menjalin kemitraan bisnis maupun proses tender yang mensyaratkan kegiatan perdagangan perangkat telekomunikasi.

Menurut Manajemen INET, pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan ini meliputi analisis pasar, risiko operasional, kebutuhan investasi awal, serta dampak terhadap tata kelola dan sumber daya manusia.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: