Dolar AS Babak Belur! Investor Panik, Franc Swiss dan Emas Melambung!
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan pada penutupan perdagangan Jumat (11/4/2025) waktu setempat atau Sabtu pagi (12/4/2025) WIB. Tekanan ini terjadi s...
Bacakan Artikel
Win Thin, Kepala Strategi Pasar Global di Brown Brothers Harriman, menyebut penurunan dolar kini tak cuma soal resesi atau suku bunga.
"Ini soal kepercayaan. Ada kehilangan kredibilitas terhadap dolar dan kebijakan ekonomi AS," kata Thin.
"Biasanya saat pasar panik, dolar menguat karena jadi tempat aman. Tapi sekarang malah yen dan franc Swiss yang jadi pilihan. Dolar justru ditekan," ujarnya.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Pendapatan Bhuwanatala Indah Permai (BIPP) Turun 42,2% di Kuartal I 2026, Ini Pe...
- BRI Perpanjang Promo KPR Solusi hingga Juni 2026, Bunga Mulai 2,50% dan Tenor Sa...
- BUMA Internasional Grup (DOID) Catat Pendapatan US$318 Juta, Rugi Turun 66% di K...
- Emas Dunia Bangkit Berkat Sinyal Damai AS-Iran, Namun Tertekan Sepanjang Mei
- Peluang Damai AS-Iran Menguat, Harga Minyak Brent Cetak Kerugian Bulanan Terbesa...