Dolar AS Bangkit! Euro Melemah Tersandung Drama Politik Jerman
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) - Dolar AS kembali menguat pada penutupan perdagangan Senin (24/2/2025) waktu setempat atau Selasa pagi (25/2/2025) WIB. Sebelumnya, dolar sempat melemah ke level terendah s...
Merz sendiri menegaskan Eropa harus mencapai "kemerdekaan sejati" dari AS. Pernyataan ini semakin menambah spekulasi bahwa Jerman dan Uni Eropa bisa mengambil kebijakan fiskal yang lebih agresif.
Di sisi lain, dolar AS mendapat dorongan dari meningkatnya kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi AS dan ancaman tarif baru yang akan diterapkan oleh Presiden Donald Trump terhadap Kanada dan Meksiko pekan depan.
Pelaku pasar juga mewaspadai dampak kebijakan kontroversial dari Elon Musk, yang kini memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah di AS. Langkah-langkah Musk diyakini bisa mempengaruhi pasar tenaga kerja secara signifikan.
Investor kini menanti data inflasi AS yang akan dirilis Jumat nanti, serta pernyataan dari pejabat The Fed sepanjang pekan ini.
Terhadap yen Jepang, dolar AS stabil di 149,29. Sementara itu, pound sterling melemah 0,07% ke US$1,2621 setelah sempat menyentuh level tertinggi dua bulan di US$1,269.
- 1
- 2
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Pendapatan Bhuwanatala Indah Permai (BIPP) Turun 42,2% di Kuartal I 2026, Ini Pe...
- BRI Perpanjang Promo KPR Solusi hingga Juni 2026, Bunga Mulai 2,50% dan Tenor Sa...
- BUMA Internasional Grup (DOID) Catat Pendapatan US$318 Juta, Rugi Turun 66% di K...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%