Dolar AS Melemah, Ketidakpastian Tarif Trump Jadi Pemicu Volatilitas Pasar
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) - Dolar AS melemah pada penutupan perdagangan Senin (6/1/2025) waktu setempat atau Selasa pagi (7/1/2025) WIB, di tengah volatilitas tinggi. Hal ini dipicu oleh laporan yang...
Euro, yang sempat terendah sejak November 2022 pekan lalu, berpotensi mencatatkan kenaikan terbesar dalam sebulan. Ini setelah inflasi tahunan Jerman naik lebih tinggi dari perkiraan pada Desember, menurut data sementara.
Data ekonomi AS menunjukkan pesanan baru barang-barang buatan AS turun pada November, sementara pengeluaran bisnis untuk peralatan tampaknya melambat pada kuartal keempat.
Sementara itu, terhadap yen Jepang, dolar AS menguat 0,1% menjadi 157,42, dan poundsterling menguat 0,8% menjadi US$1,2515.
Para investor kini menunggu serangkaian data terkait pasar tenaga kerja AS yang akan dirilis pekan ini, dengan laporan tenaga kerja pemerintah yang menjadi puncaknya pada hari Jumat.
Dolar Kanada juga menguat 0,65% terhadap dolar AS menjadi 1,43 per dolar setelah CBC News melaporkan bahwa Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau akan mengumumkan rencananya untuk mundur sebagai pemimpin Partai Liberal yang berkuasa.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Pendapatan Bhuwanatala Indah Permai (BIPP) Turun 42,2% di Kuartal I 2026, Ini Pe...
- BRI Perpanjang Promo KPR Solusi hingga Juni 2026, Bunga Mulai 2,50% dan Tenor Sa...
- BUMA Internasional Grup (DOID) Catat Pendapatan US$318 Juta, Rugi Turun 66% di K...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%