Dolar AS Melemah Setelah China Terapkan Tarif Impor Baru

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) - Dolar AS kembali melemah pada penutupan perdagangan Selasa (4/2/2025) waktu setempat atau Rabu pagi (5/2/2025) WIB. Penurunan dolar terjadi setelah kebijakan tarif impor y...

Dolar AS Melemah Setelah China Terapkan Tarif Impor Baru
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) - Dolar AS kembali melemah pada penutupan perdagangan Selasa (4/2/2025) waktu setempat atau Rabu pagi (5/2/2025) WIB. Penurunan dolar terjadi setelah kebijakan tarif impor yang diterapkan Presiden Donald Trump dianggap lebih sebagai strategi negosiasi ketimbang target akhir. Sebelumnya, Trump menangguhkan tarif untuk Meksiko dan Kanada, namun tetap mengenakan tarif tambahan 10% untuk barang impor dari China.

Mengutip CNBC International, indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia, turun 0,95% menjadi 107,96. Dolar Kanada melemah, sementara peso Meksiko justru menguat.

Pasar kini dihadapkan pada ketidakpastian baru setelah China membalas dengan menerapkan tarif impor terhadap barang-barang asal AS. "Langkah China ini meningkatkan risiko pasar. Kemungkinan negosiasi lanjutan, seperti yang terjadi dengan Meksiko dan Kanada, masih terbuka," kata Helen Given, analis valas dari Monex USA.

Meski ada ancaman tarif baru dari AS terhadap Uni Eropa, euro menguat tipis. Kenaikan inflasi akibat perang tarif ini bisa membuat suku bunga AS tetap tinggi lebih lama, yang akan mendukung dolar dalam jangka panjang.

Marcus Widen, ekonom di SEB, menilai kebijakan tarif Trump memiliki tujuan ganda. Selain sebagai alat negosiasi, kebijakan ini juga berfungsi sebagai sumber pendapatan untuk membiayai pemotongan pajak. Namun, ia mempertanyakan apakah pemerintah AS bisa terus membatalkan tarif setiap kali negosiasi diulang.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: