Dolar AS Menguat di Tengah Ketidakpastian Tarif

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) - Dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap euro dan yen pada penutupan perdagangan Rabu (26/3/2025) waktu setempat atau Kamis pagi (27/3/2025) WIB. Penguatan ini terjadi...

Dolar AS Menguat di Tengah Ketidakpastian Tarif
Bacakan Artikel

Gubernur Bank of Japan (BOJ), Kazuo Ueda, mengatakan bahwa bank sentral harus menaikkan suku bunga jika kenaikan harga pangan terus berlanjut dan menyebabkan inflasi yang lebih luas. Namun, ia menegaskan bahwa inflasi inti masih di bawah target tahunan 2%.

"Masih ada hambatan besar bagi BOJ untuk mempercepat laju kenaikan suku bunga. Oleh karena itu, kecil kemungkinan BOJ akan mengetatkan kebijakan lebih dari yang telah diperkirakan pasar," kata Win Thin, Kepala Strategi Pasar Global di Brown Brothers Harriman.

BOJ diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga pada Juli mendatang.

Anggota dewan baru BOJ, Junko Koeda, juga menyatakan bahwa suku bunga riil di Jepang saat ini masih "sangat rendah" di tengah percepatan inflasi dan pertumbuhan upah yang solid.

Secara fundamental, ekonomi Jepang menunjukkan bahwa nilai tukar yen seharusnya berada di kisaran 120-130 per dolar AS, jauh dari level saat ini di 150, kata seorang pejabat senior Jepang kepada Reuters. Pemerintah Jepang kini mempertimbangkan langkah-langkah untuk membendung arus keluar modal yang melemahkan yen.

Poundsterling jatuh ke level terendah sejak 11 Maret. Imbal hasil obligasi pemerintah Inggris (gilt) juga turun setelah Kantor Manajemen Utang Inggris (DMO) mengumumkan bahwa penerbitan obligasi pada 2025/26 akan lebih sedikit dari perkiraan. Hal ini meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi lonjakan pasokan obligasi. Poundsterling terakhir melemah 0,35% ke US$1,2898.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: