Dolar AS Menguat Tajam! Data Pekerjaan Positif, The Fed Tunda Penurunan Suku Bunga?

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) - Dolar AS menguat tajam pada penutupan perdagangan Jumat (10/1/2025) waktu setempat atau Sabtu pagi (11/1/2025) WIB. Kenaikan ini terjadi setelah data tenaga kerja AS menun...

Dolar AS Menguat Tajam! Data Pekerjaan Positif, The Fed Tunda Penurunan Suku Bunga?
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) - Dolar AS menguat tajam pada penutupan perdagangan Jumat (10/1/2025) waktu setempat atau Sabtu pagi (11/1/2025) WIB. Kenaikan ini terjadi setelah data tenaga kerja AS menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang lebih tinggi dari perkiraan. Hal ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menghentikan pemangkasan suku bunga pada pertemuan mendatang.

Mengutip CNBC International, data menunjukkan ekonomi AS menambah 256.000 pekerjaan pada Desember. Angka ini jauh di atas prediksi ekonom yang hanya memperkirakan 160.000 pekerjaan. Meski data bulan November direvisi turun menjadi 212.000, tingkat pengangguran turun ke 4,1% dari perkiraan 4,2%. Gaji rata-rata per jam juga naik 0,3% pada Desember, melanjutkan kenaikan 0,4% pada November. Selama setahun, gaji naik 3,9%, sedikit melambat dari 4,0% pada bulan sebelumnya.

Penguatan dolar juga didorong oleh kenaikan ekspektasi inflasi. Survei sentimen konsumen Universitas Michigan mencatat ekspektasi inflasi satu tahun naik menjadi 3,3% pada Januari, level tertinggi sejak Mei. Data ini semakin mengurangi kemungkinan The Fed memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

Jane Foley, kepala strategi FX di Rabobank, menjelaskan, "Data pekerjaan ini mengurangi kebutuhan bagi The Fed untuk memangkas suku bunga. Kami memperkirakan hanya ada satu pemangkasan suku bunga tahun ini, tetapi kondisi ini dapat berubah jika kebijakan ekonomi AS berubah drastis."

Dolar mencatat penguatan tertinggi terhadap yen sejak Juli meskipun sempat melemah menjelang penutupan perdagangan. Euro turun 0,5% ke US$1,0244, level terendah sejak November 2022. Poundsterling Inggris juga melemah, turun 0,8% ke US$1,2208, terendah sejak November 2023. Indeks dolar, yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama, mencapai level tertinggi sejak November 2022 dan mencatatkan kenaikan mingguan keenam berturut-turut.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2