Dolar AS Menguat Tipis di Tengah Kekhawatiran Perang Dagang

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) - Dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap mata uang utama seperti yen dan euro pada penutupan perdagangan Rabu (12/3/2025) waktu setempat atau Kamis pagi (13/3/2025) WIB...

Dolar AS Menguat Tipis di Tengah Kekhawatiran Perang Dagang
Bacakan Artikel

Mata uang tunggal Eropa sebelumnya menguat karena rencana belanja fiskal besar-besaran Jerman. Namun, situasi menjadi lebih kompleks setelah Partai Hijau Jerman menentang rencana tersebut dan mengajukan proposal alternatif. Saat ini, euro diperdagangkan turun 0,26% di US$1,0889, meskipun telah menguat hampir 5% terhadap dolar sepanjang Maret.

Indeks dolar, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sejumlah mata uang utama, naik 0,14% ke 103,59. Indeks ini berpotensi mengakhiri tujuh sesi pelemahan beruntun. "Ada begitu banyak faktor yang bergerak," kata Kenneth Broux, Kepala Riset FX dan Suku Bunga di Societe Generale. "Kami tidak melihat aset Eropa sebagai safe haven pagi ini karena ancaman balasan perang dagang," tambahnya.

Di Kanada, Bank of Canada memangkas suku bunga kebijakan sebesar 25 basis poin menjadi 2,75%. Bank sentral memperingatkan adanya "krisis baru" akibat dampak tarif yang diterapkan Trump terhadap ekonomi Kanada.

Trump sebelumnya mengumumkan kenaikan tarif impor baja dan aluminium Kanada hingga 50%. Namun, hanya beberapa jam kemudian, ia membatalkan kebijakan tersebut. Langkah ini diikuti oleh pemerintah Kanada yang juga membatalkan rencana tarif 25% pada listrik asal AS.

Dolar AS melemah terhadap dolar Kanada, turun 0,44% menjadi C$1,4370 per dolar AS. Sejauh bulan Maret, greenback sudah melemah 0,66% terhadap loonie.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: