Dolar Tersungkur ke Titik Terendah 2025, Ada Apa?!
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah terhadap sejumlah mata uang utama pada penutupan perdagangan Kamis (12/6/2025) waktu setempat atau Jumat pagi (13/6/...
Namun, sebagian ekonom memperkirakan inflasi bisa kembali naik dalam beberapa bulan mendatang. Ini karena dampak kebijakan tarif AS yang mulai terasa di berbagai sektor.
Imbal hasil obligasi AS juga mengalami penurunan. Yield obligasi 10 tahun turun 3,5 basis poin ke bawah 4,38%, sementara yield obligasi dua tahun turun 2,7 basis poin ke 3,92%. Pergerakan ini mencerminkan ekspektasi pasar terhadap potensi pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada September.
“Menurut saya, kemungkinan akan menjadi kombinasi keduanya. Karena itu, masuk akal jika The Fed memilih menunggu dan melihat dulu sebelum buru-buru memangkas suku bunga,” kata Shane Oliver, Kepala Strategi Investasi dan Kepala Ekonom AMP Capital.
Sementara itu, kesepakatan dagang antara AS dan China yang sebelumnya disebut “kesepakatan besar” oleh Presiden Donald Trump tampaknya tak lagi memberi efek positif ke pasar. Trump bahkan menambah ketidakpastian dengan mengatakan bahwa dalam satu hingga dua pekan ke depan, AS akan mengirim surat berisi ketentuan dagang ke puluhan negara lain.
“Pasar tampaknya tidak punya pilihan selain merespons ancaman tarif Trump — meski hanya sebatas gertakan untuk membawa negara lain ke meja perundingan,” kata Charu Chanana, Kepala Strategi Investasi di Saxobank. “Kesenjangan antara posisi ‘risk-on’ dan risiko dunia nyata sudah terlalu lebar,” tambahnya.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Pendapatan Bhuwanatala Indah Permai (BIPP) Turun 42,2% di Kuartal I 2026, Ini Pe...
- BRI Perpanjang Promo KPR Solusi hingga Juni 2026, Bunga Mulai 2,50% dan Tenor Sa...
- BUMA Internasional Grup (DOID) Catat Pendapatan US$318 Juta, Rugi Turun 66% di K...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%