Dorong Transformasi Digital di Indonesia, Sinarmas dan LG CNS Bentuk Perusahaan Patungan
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Sinarmas, salah satu dari konglomerasi terbesar di Indonesia, menjalin kemitraan strategis dengan LG CNS Co., Ltd (LG CNS), perusahaan terkemuka yang menyediakan layanan pusa...
STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Sinarmas, salah satu dari konglomerasi terbesar di Indonesia, menjalin kemitraan strategis dengan LG CNS Co., Ltd (LG CNS), perusahaan terkemuka yang menyediakan layanan pusat data, layanan TI, cloud, dan spesialis transformasi digital (DX) berbasis di Korea Selatan. Keduanya sepakat mendirikan perusahaan layanan teknologi dan informasi (TI) baru yang fokus melayani pasar Indonesia.
Penandatanganan perjanjian joint venture dilakukan pada tanggal 27 Maret 2024 di Seoul, Korea Selatan. Itu dilakukan antara PT. SMPlus Digital Investama (SM+), divisi bisnis Sinarmas yang berfokus pada investasi infrastruktur digital dan layanan, dan LG CNS.
Acara penandatanganan dihadiri oleh delegasi Sinarmas yang dipimpin oleh Sinar Mas Board Member Franky Oesman Widjaja, Penasehat Senior Bill Cheng, dan CEO SM+ Herson Suindah. Sementara itu, delegasi LG CNS yang hadir dipimpin oleh CEO Shin Gyoon Hyun, Wakil Presiden Eksekutif Cloud Business TaeHoon Kim, dan Wakil Presiden Eksekutif Keuangan & Bisnis Publik Moon Keun Choi.
SM+ telah mengidentifikasi pusat data dan solusi cloud sebagai mesin pertumbuhan ekonomi masa depan Indonesia. Itu sebabnya, Perseroan menggandeng LG CNS untuk bersama-sama menggarap potensi bisnis ini. Dengan menggabungkan keahlian LG CNS dalam solusi cloud dan TI dengan pemahaman mendalam Sinarmas tentang pasar Indonesia, joint venture tersebut bertujuan untuk memberikan layanan dan solusi yang mengatasi tantangan dan peluang unik yang ada di pasar Indonesia.
Transformasi digital yang cepat di Indonesia memberikan peluang besar bagi Perusahaan Patungan tersebut untuk berinovasi dan memperluas kehadirannya di pasar. Menurut Gartner, firma riset pasar global, pasar layanan TI di Indonesia diproyeksikan akan tumbuh dengan CAGR 23% dari sekitar US$3.2 miliar pada tahun 2023 menjadi sekitar US$7.1 miliar pada tahun 2027. Fokus utama joint venture ini adalah pada bisnis pusat data dan cloud. Itu antara lain dilakukan dengan memperluas kehadirannya di pasar layanan TI lainnya di Indonesia, termasuk layanan untuk sektor smart city dan keuangan.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Pemerintah Klarifikasi Isu Kunjungan ke Italia, Prabowo Fokus Perkuat Kerja Sama...
- Kolaborasi Strategis Bersama APTISI, SURGE Wujudkan Revolusi Pendidikan Digital...
- Anak Usaha Waskita Karya (WSKT) Optimistis Sektor Properti Terus Tumbuh, Didukun...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%