Dow Jones Tergelincir 466 Poin, Rekor Wall Street Terhenti Akibat Komentar Trump
STOCKWATCH.ID (NEW YORK) โ Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street gagal mempertahankan rekor tertingginya pada perdagangan Rabu (7/1/2026) waktu setempat atau Kamis pagi (8/1/2026) WIB. Indeks S...
STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (NEW YORK) โ Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street gagal mempertahankan rekor tertingginya pada perdagangan Rabu (7/1/2026) waktu setempat atau Kamis pagi (8/1/2026) WIB. Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average (DJIA) kompak mundur dari level tertinggi. Sektor-sektor yang sempat menjadi primadona di awal tahun 2026 ini mulai kehabisan tenaga.
Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York anjlok 466 poin atau 0,94% ke posisi 48.996,08. Indeks S&P 500 (SPX) juga tergelincir 0,34% dan ditutup pada level 6.920,93. Padahal, kedua indeks ini sempat menyentuh rekor tertinggi baru di awal sesi perdagangan. Sementara itu,ย indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, justru naik tipis 0,16% dan berakhir di angka 23.584,27.
Sektor keuangan dan energi menjadi beban utama pasar. Kedua sektor ini mencatatkan penurunan lebih dari 1%. Saham perbankan raksasa seperti JPMorgan, Bank of America, dan Wells Fargo berakhir di zona merah. Sementara itu, Exxon Mobil, Chevron, dan ConocoPhillips menjadi pemberat utama di sektor energi.
Penurunan saham energi sejalan dengan merosotnya harga minyak mentah. Pemicunya adalah pernyataan Presiden Donald Trump. Trump menyebut otoritas sementara di Venezuela akan menyerahkan hingga 50 juta barel minyak ke AS. Hal ini memicu kekhawatiran pasar akan terjadinya kelebihan pasokan minyak.
Keith Buchanan, manajer portofolio senior di Globalt Investments, memberikan pandangannya terkait situasi ini.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Stock Futures Bergerak Datar, Wall Street Menunggu Kepastian dari Timur Tengah
- Wall Street Tutup Mei dengan Rekor Baru, Saham Dell Melonjak 33% di Tengah Eufor...
- Harapan Gencatan Senjata AS-Iran Menguat, Bursa Eropa Kompak Parkir di Zona Hija...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%