Harga Lima Saham Melonjak Tak Wajar, BEI Ingatkan Investor untuk Waspada

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperingatkan investor terkait lonjakan harga tidak wajar atau Unusual Market Activity (UMA) pada lima saham. Saham-saham tersebut meli...

Harga Lima Saham Melonjak Tak Wajar, BEI Ingatkan Investor untuk Waspada
Bacakan Artikel

Pada perdagangan Rabu (22/10/2025) saham SSTM ditutup di harga 550, naik 110 poin atau 25% dibandingkan penutupan sebelumnya di 440. Saham ini dibuka di level 460 dan sempat menyentuh titik tertinggi 550 sepanjang perdagangan hari itu. Total volume transaksi mencapai 3,53 juta lembar saham dengan nilai kapitalisasi pasar sekitar Rp644 miliar. Kenaikan ini sekaligus menempatkan SSTM pada posisi tertinggi sepanjang tahun berjalan setelah sempat berada di level terendah 155 pada April lalu.

NIRO juga mencatat lonjakan signifikan dengan kenaikan 57 poin atau 34,97% ke level 220. Saham pengembang ritel ini bergerak stagnan sepanjang sesi di harga yang sama sejak pembukaan hingga penutupan. Volume transaksi mencapai 2,93 juta saham dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp4,88 triliun. Posisi harga tersebut menjadi level tertinggi tahun ini setelah sebelumnya berada di titik terendah 120 pada Juli.

HOMI menguat 50 poin atau 13,30% ke level 426. Saham dibuka di harga 376, sempat menyentuh 438, dan ditransaksikan sebanyak 3,28 juta lembar. Kapitalisasi pasar emiten properti ini tercatat sebesar Rp670,95 miliar. Dalam setahun terakhir, HOMI bergerak di rentang harga 179 hingga 496.

AKSI juga melesat 94 poin atau 25% ke level 470. Saham ini dibuka di level yang sama dan sempat menyentuh harga terendah harian 410. Volume perdagangan mencapai 15,15 juta saham dengan nilai kapitalisasi pasar sekitar Rp338,4 miliar. Harga tersebut menjadi level tertinggi sejak awal tahun, setelah sempat turun ke 146 pada April.

Sementara itu, DGNS naik 4 poin atau 2,82% ke level 146. Saham laboratorium ini dibuka di harga 143, menyentuh tertinggi 150 dan terendah 141. Volume transaksi cukup tinggi mencapai 29,3 juta lembar saham dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp182,5 miliar.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: