Indonesia Resmikan Perdagangan Karbon Internasional, Siap Bersaing di Pasar Global

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan Perdagangan...

Indonesia Resmikan Perdagangan Karbon Internasional, Siap Bersaing di Pasar Global
Bacakan Artikel

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, memberikan apresiasi tinggi atas upaya cepat dan terkoordinasi dari kementerian dan lembaga terkait, terutama Kementerian Lingkungan Hidup. Upaya ini memfasilitasi pembukaan perdagangan karbon internasional. Inisiatif ini menunjukkan komitmen kuat Indonesia untuk memperkuat perannya di pasar karbon global.

โ€œKami menyambut gembira dan selamat atas kepemimpinan dari pemerintah Kabinet Merah Putih di bawah pimpinan Presiden Prabowo Subianto karena dalam waktu tiga bulan hal ini dapat dicapai, yang membuka potensi bursa karbon dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional,โ€ kata Mahendra.

Sejak diluncurkan pada 26 September 2023, IDXCarbon menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Pada akhir 2024, jumlah peserta yang terdaftar sebagai Pengguna Jasa Bursa Karbon mencapai 100 orang, naik signifikan dari hanya 16 peserta saat peluncuran. IDXCarbon juga merayakan pencapaian luar biasa dengan tercatatnya perdagangan kumulatif sebesar satu juta ton unit karbon.

Dalam sambutannya, Direktur Utama BEI sekaligus Penyelenggara IDXCarbon, Iman Rachman, menyampaikan bahwa keberhasilan ini didukung oleh sistem perdagangan IDXCarbon yang solid dan andal. โ€œIDXCarbon mengintegrasikan praktik terbaik dunia dari pasar kuota emisi (allowance) dan pasar kredit karbon (carbon credit) di dalam satu sistem, yang memungkinkan dilakukan perdagangan Persetujuan Teknis Batas Atas Emisi - Pelaku Usaha (PTBAE-PU) dan SPE-GRK. Perdagangan internasional perdana hari ini menunjukkan kesiapan dan kelengkapan sistem IDXCarbon untuk mendukung perdagangan karbon domestik maupun internasional.โ€

Keberhasilan perdagangan karbon internasional sangat bergantung pada kerjasama antara berbagai pihak. Negara, sektor swasta, industri, lembaga keuangan, filantropi, perbankan, dan lainnya perlu bekerja bersama. Sebab, perdagangan karbon adalah upaya kolektif yang tidak dapat dipisahkan antara satu pemangku kepentingan dengan yang lainnya.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: