IPO RI Masih Kalah dari Malaysia, BEI Tetap Pede Kejar Target 50 Emiten Baru

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ€“ Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap optimistis mengejar target pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) pada 2026. Hingga saat ini, otoritas bursa tetap memat...

IPO RI Masih Kalah dari Malaysia, BEI Tetap Pede Kejar Target 50 Emiten Baru
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ€“ Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap optimistis mengejar target pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) pada 2026. Hingga saat ini, otoritas bursa tetap mematok target 50 perusahaan baru melantai di pasar modal tahun ini.

Realisasi IPO tergolong masih lambat dibandingkan negara tetangga. Bursa Malaysia tercatat mampu mendatangkan emiten baru hampir setiap bulan. Sementara itu, BEI baru mencatatkan satu emiten, yakni PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) pada 10 April 2026.

WBSA resmi diperdagangkan dengan perolehan dana dihimpun sebesar Rp0,30 triliun. Minimnya jumlah emiten baru ini memicu pertanyaan terkait target tahunan bursa. Terlebih, kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedang mengalami tekanan dan aksi jual investor asing (capital outflow).

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, memberikan penjelasan terkait kondisi ini. Menurutnya, keputusan untuk melantai di bursa sepenuhnya berada di tangan manajemen perusahaan.

"Keputusan untuk IPO adalah keputusan strategis masing-masing perusahaan. Dalam kondisi pasar seperti ini, mungkin ada pertimbangan tambahan terkait pricing yang optimal," ujar Jeffrey di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: