Kantor Cabang Luar Negeri Tumbuh Pesat, BNI Siapkan Ekspansi di Australia pada Kuartal Tiga 2024
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) tidak berhenti memperluas sayapnya ke pasar global. BNI akan membuka kantor cabang baru di Sydney, Australia, pada kuartal ket...
STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) tidak berhenti memperluas sayapnya ke pasar global. BNI akan membuka kantor cabang baru di Sydney, Australia, pada kuartal ketiga 2024.
Pertumbuhan kinerja kantor cabang luar negeri BNI terus menanjak pesat. Novita Widya Anggraini, Direktur Finance BNI, mengungkapkan bahwa perkembangan ini didorong oleh kenaikan signifikan dalam aset. "Aset lokal kami mengalami lonjakan hingga 58,97% dibandingkan tahun lalu," kata Novita dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (22/8/2024).
Dia menjelaskan, kenaikan pendapatan bunga dari nasabah di Singapura, Hong Kong, dan London menjadi salah satu faktor utama pertumbuhan tersebut. BNI juga fokus pada aset berkualitas tinggi dan efisiensi biaya operasional untuk memperkuat kinerja.
Profitabilitas kantor cabang luar negeri BNI pun menunjukkan kemajuan yang menggembirakan. Earning before tax (EBT) meningkat pesat berkat pendapatan bunga dari debitur internasional. Fee base income (FBI) juga melonjak 86% dari tahun lalu, dengan kontribusi utama dari loan commission, terutama di cabang Singapura, London, dan Tokyo.
"Loan commission dari kredit sindikasi kami bahkan melonjak lebih dari 500% di cabang Singapura," tambah Novita. Meskipun ada ketidakpastian ekonomi global dan lonjakan Fed Fund Rate, BNI mencatatkan pertumbuhan profitabilitas yang 1,5 kali lipat dibandingkan kuartal kedua tahun lalu.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Pendapatan Bhuwanatala Indah Permai (BIPP) Turun 42,2% di Kuartal I 2026, Ini Pe...
- BRI Perpanjang Promo KPR Solusi hingga Juni 2026, Bunga Mulai 2,50% dan Tenor Sa...
- BUMA Internasional Grup (DOID) Catat Pendapatan US$318 Juta, Rugi Turun 66% di K...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...