Kredit Perbankan Tumbuh 7,70% Jadi Rp8.162,8 Triliun Per September 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 29 Oktober 2025 mengungkapkan, stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) tetap terjaga. Kinerja intermediasi p...

Kredit Perbankan Tumbuh 7,70% Jadi Rp8.162,8 Triliun Per September 2025
Bacakan Artikel

Berdasarkan sektor ekonomi, menurut OJK, penyaluran kredit ke beberapa sektor tercatat tumbuh tinggi secara tahunan mencapai double digit. Sektor pertambangan dan penggalian tercatat tumbuh 19,15 persen dan sektor pengangkutan dan pergudangan tumbuh 19,32 persen.

Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat tumbuh sebesar 11,81 persen yoy (Agustus 2025: 8,51 persen yoy) menjadi Rp9.695,4 triliun. Penurunan BI Rate juga diikuti oleh penurunan suku bunga perbankan. Dibandingkan tahun sebelumnya, rerata suku bunga kredit rupiah tercatat turun 50 bps untuk Kredit Investasi (Sep-25: 8,25 persen; Sep-24: 8,75 persen) dan turun 41 bps untuk Kredit Modal Kerja (Sep-25: 8,46 persen; Sep-24: 8,87 persen).

Dari sisi penghimpunan dana, suku bunga tertimbang DPK rupiah juga terpantau menurun dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 11 bps (Sep-25: 2,78 persen, Aug-25:2,89 persen) yang didorong oleh penurunan suku bunga deposito rupiah (Sep-25: 4,96 persen, Aug-25: 5,24 persen).

Likuiditas industri perbankan pada September 2025 memadai, dengan rasio Alat Likuid/Non- Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masing-masing sebesar 130,47 persen (Agustus 2025: 120,25 persen) dan 29,30 persen (Agustus 2025: 27,25 persen), masih di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.  Adapun Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 205,94 persen.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: