Lighthouse IPO Melesat, BEI Masih Tunggu BUMN Ramaikan Bursa

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan hingga saat ini belum ada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun anak usahanya yang masuk dalam pipeline penawaran umum perdana saham at...

Lighthouse IPO Melesat, BEI Masih Tunggu BUMN Ramaikan Bursa
Bacakan Artikel

Program Lighthouse IPO merupakan inisiatif BEI untuk menarik perusahaan dengan kapitalisasi pasar besar agar melantai di bursa. Perusahaan yang masuk kategori ini memiliki kapitalisasi pasar minimal Rp3 triliun. Selain itu, calon emiten juga punya free float 15% atau nilai kapitalisasi pasar free float lebih dari Rp700 miliar.

โ€œTerkait IPO BUMN, kita menjalin hubungan harmonis dengan Kementerian BUMN yang sebelumnya, dan sekarang dengan Danantara. Harapan Bursa, ada lighthouse-lighthouse yang nanti berasal dari State Owned Enterprise. Saat ini memang belum ada, tapi kami yakin ke depan kontribusi dari BUMN akan membantu pendalaman pasar modal Indonesia,โ€ ujar Nyoman.

Ia menyebutkan tren global menunjukkan penurunan jumlah perusahaan tercatat di bursa. Namun di Indonesia, jumlahnya justru tumbuh sekitar 1%. โ€œYang menarik di BEI, dari sisi jumlah memang turun, tapi average fundraising-nya meningkat. Lighthouse IPO yang kategori besar meningkat,โ€ jelasnya.

Nyoman menambahkan BEI menargetkan lima lighthouse IPO tahun ini, dan target itu sudah tercapai pada November 2025. Bahkan ada tiga tambahan lighthouse IPO yang sedang disiapkan. โ€œArtinya, kita lihat IPO berukuran besar terus meningkat. Ini diharapkan memperkuat pendalaman pasar dan meningkatkan kepercayaan global,โ€ ungkapnya.

Adapun lima perusahaan yang resmi melantai sebagai Lighthouse IPO, yakni PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI), PT Catur Dharma Indera Analitika Tbk (CDIA), dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS).

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: