MAMI Resmi Akuisisi Schroders Indonesia, Apa Dampaknya ke AUM?
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) resmi menandatangani perjanjian akuisisi PT Schroder Investment Management Indonesia (Schroders Indonesia). Langkah ini dilakukan...
STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) resmi menandatangani perjanjian akuisisi PT Schroder Investment Management Indonesia (Schroders Indonesia). Langkah ini dilakukan oleh Manulife Wealth & Asset Management bersama Schroder Investment Management Limited.
Manulife memulai kiprahnya di Indonesia sejak 1996 dengan mendirikan MAMI. Selama hampir tiga dekade, MAMI berkembang menjadi manajer investasi terbesar di Tanah Air. Per 30 Juni 2025, MAMI mengelola aset sebesar Rp101,7 triliun dan melayani lebih dari 2,5 juta nasabah.
Akuisisi Schroders Indonesia disebut akan memperkuat posisi MAMI di pasar dan memperluas ragam produk yang ditawarkan. “Tujuan utama akuisisi ini bukanlah pertumbuhan AUM, melainkan untuk mengoptimalkan gabungan pengalaman mendalam dari kedua perusahaan dan memperluas ragam solusi investasi kelas dunia bagi para nasabah,” ujar Afifa, CEO & President Director MAMI, kepada stockwatch.id di Jakarta, Rabu (24/9/2025).
Afifa menegaskan proses akuisisi belum rampung. Transaksi ini masih menunggu pemenuhan sejumlah persyaratan, termasuk persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Sementara ini, kedua perusahaan masih akan beroperasi secara independen di bawah merek masing-masing, dengan menjaga kepatuhan pada peraturan yang berlaku. Nasabah MAMI dan SIMI masih akan dilayani oleh masing-masing perusahaan seperti sebelumnya. Setiap perubahan akan kami sampaikan segera kepada pihak-pihak terkait,” jelasnya.
Afifa menambahkan penyatuan dua manajer investasi besar ini akan memberi lebih banyak peluang bagi nasabah untuk mengakses beragam produk kelas dunia. “Nasabah juga akan mendapatkan manfaat dari keahlian lokal yang mendalam dan kapabilitas global yang semakin luas, yang dirancang untuk meningkatkan hasil investasi jangka panjang,” katanya.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Pendapatan Bhuwanatala Indah Permai (BIPP) Turun 42,2% di Kuartal I 2026, Ini Pe...
- BRI Perpanjang Promo KPR Solusi hingga Juni 2026, Bunga Mulai 2,50% dan Tenor Sa...
- BUMA Internasional Grup (DOID) Catat Pendapatan US$318 Juta, Rugi Turun 66% di K...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%