MEDS Siapkan Lini Bisnis Baru, Laba Bersih Diprediksi Terus Tumbuh hingga 2030
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) berencana melebarkan sayap bisnis dengan merambah industri barang logam lainnya. Emiten alat kesehatan ini akan fokus pada penyediaan j...
STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) berencana melebarkan sayap bisnis dengan merambah industri barang logam lainnya. Emiten alat kesehatan ini akan fokus pada penyediaan jasa machining sebagai strategi diversifikasi untuk memperkuat kinerja keuangan perseroan.
Produk yang akan dihasilkan meliputi heatsink dan suku cadang otomotif. Seluruh komponen tersebut akan diproses menggunakan mesin Computer Numerical Control (CNC) milik perseroan.
Rencana ekspansi ini telah melalui studi kelayakan yang disusun oleh Kantor Jasa Penilai Publik Budi, Edy, Saptono dan Rekan. Hasil kajian menyimpulkan bahwa proyek tersebut layak dijalankan berdasarkan analisis aspek pasar, teknis, model bisnis, manajemen, dan keuangan.
Berdasarkan studi tersebut, proyek memiliki Net Present Value (NPV) sebesar Rp12,95 miliar dengan nilai positif. Internal Rate of Return (IRR) tercatat sebesar 134,09%, jauh di atas Weighted Average Cost of Capital (WACC) sebesar 13,40%.
Selain itu, proyek diperkirakan memiliki masa pengembalian investasi (payback period) selama 1 tahun 9 bulan. Untuk merealisasikan rencana ini, perseroan menyiapkan investasi sekitar Rp8,97 miliar yang akan digunakan untuk pengadaan mesin tambahan dan instalasi.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Pendapatan Bhuwanatala Indah Permai (BIPP) Turun 42,2% di Kuartal I 2026, Ini Pe...
- BRI Perpanjang Promo KPR Solusi hingga Juni 2026, Bunga Mulai 2,50% dan Tenor Sa...
- BUMA Internasional Grup (DOID) Catat Pendapatan US$318 Juta, Rugi Turun 66% di K...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) Surplus US$5,64 Miliar pada Januari-April 202...