Mitratel Fokus Kembangkan Ekosistem Bisnis Tower

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau “Mitratel” akan fokus mengembangkan ekosistem menara telekomunikasi (tower) mulai dari bisnis pembangunan tower, fiber optic, penyediaan...

Mitratel Fokus Kembangkan Ekosistem Bisnis Tower
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau “Mitratel” akan fokus mengembangkan ekosistem menara telekomunikasi (tower) mulai dari bisnis pembangunan tower, fiber optic, penyediaan power supply dari tenaga panel surya serta masuk ke area edge computing untuk mendukung layanan 5G. Langkah pengembangan bisnis tersebut dinilai akan meningkatkan revenue dan laba  èmiten dengan kode saham MTEL  tersebut dibandingkan jika hanya mengoperasikan dan membangun bisnis tower.

Hal ini disampaikan Direktur Investasi Mitratel Hendra Purnama dalam pertemuan dengan investor pada acara SOE International Conference yang merupakan bagian dari agenda Road to G20 yang berlangsung di Nusa Dua Bali tanggal 17-18 Oktober 2022. Hendra menambahkan Mitratel yang saat ini didukung Telkom Group memiliki tim yang kuat di seluruh Indonesia sehingga memiliki kemampuan lebih dibanding perusahaan sejenis lainnya.

“Hal ini merupakan kesempatan baik tahun 2023, dengan bisnis tower dan didukung fiber optic, edge computing, dan power to tower, margin yang didapat dari industri tower menjadi lebih menarik dibandingkan hanya tower saja,” ungkap Hendra, ditulis Kamis (27/10/2022).

Lebih jauh, Hendra menjelaskan, dari sisi performa keuangan  revenue Mitratel tahun ini diharapkan meningkat sekitar 12%, dan EBITDA diharapkan mengalami peningkatan sekitar 15%. Mitratel secara organik menargetkan ekspansi 1.000 tower, dan sekitar 2.500 untuk kolokasi, di samping juga menggelar 9.000 km  fiber optic untuk mendukung connectivity berkualitas dan berkapasitas tinggi.

Ia menambahkan saat ini Mitratel memiliki beberapa keunggulan kompetitif. Pertama, dari sisi coverage Mitratel memiliki tower mencapai 35.000 yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dimana sekitar 58% berada di luar Jawa. Hal ini akan menambahkan daya tarik bagi operator selular jika ingin melakukan ekspansi di luar jawa.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: