MSCI Masih Freeze Indonesia, OJK Justru Incar Bursa RI Naik ke Developed Market

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ€“ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pasar modal Indonesia tetap kokoh berada dalam kelompok Emerging Market. Dalam rebalancing Mei 2026, MSCI Inc. tidak mengubah klasifik...

MSCI Masih Freeze Indonesia, OJK Justru Incar Bursa RI Naik ke Developed Market
Bacakan Artikel

Setiap permintaan tambahan data, menurut Hasan, akan dipenuhi. MSCI sebelumnya meminta data historis untuk melihat perkembangan pasar secara lebih mendalam. OJK kini menyiapkan data tersebut guna menunjukkan kualitas dan potensi emiten Indonesia.

Mengenai status freeze, OJK berharap MSCI terus mengakui berbagai langkah reformasi integritas yang sedang dijalankan. Transparansi kepemilikan saham menjadi salah satu faktor penting bagi penyedia indeks global dalam menentukan bobot saham secara akurat.

Indonesia, kata Hasan, telah menyediakan data mengenai tipe investor hingga tingkat konsentrasi kepemilikan saham.

โ€œJadi kita harapkan acknowledgement ini terus berlanjut dan pada saatnya terjadi pemulihan,โ€ tegasnya.

Hasan juga menyoroti perubahan pendekatan dalam pemilihan konstituen indeks global. Saham yang masuk ke dalam indeks harus memiliki tingkat transparansi tinggi dengan struktur kepemilikan yang jelas dan dapat diverifikasi.

Sebagai informasi, MSCI baru saja mengumumkan perubahan konstituen MSCI Global Standard Indexes yang berlaku efektif pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026. Dalam periode ini, MSCI Indonesia Index mencatat zero addition, atau tidak ada penambahan saham baru.

Sebanyak enam emiten keluar dari indeks tersebut, yakni PT Amman Mineral Internasional Tbk, PT Barito Renewables Energy Tbk, PT Chandra Asri Pacific Tbk, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: