OJK Bidik Penguatan Daya Saing, Ini Harapan untuk Direksi Baru BEI 2026-2030

STOCKWATCH.ID (STOCKWATCH.ID) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menaruh harapan besar pada proses pemilihan Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026–2030. Agenda ini dinilai menjadi momentum krusi...

OJK Bidik Penguatan Daya Saing, Ini Harapan untuk Direksi Baru BEI 2026-2030
Bacakan Artikel

Agenda kedua menyasar pendalaman pasar melalui pengembangan sisi suplai maupun permintaan. Inarno menyebutkan beberapa langkah seperti pengembangan produk dan lighthouse IPO. Selain itu, peningkatan likuiditas lewat kebijakan free float dan penambahan jumlah investor institusi, baik lokal maupun global, menjadi fokus utama.

Poin ketiga yang tidak kalah penting adalah ketahanan infrastruktur teknologi informasi. Inarno menyoroti aspek keamanan siber mengingat transaksi di pasar modal kini semakin digital. OJK berkomitmen terus berkolaborasi dengan BEI sebagai mitra strategis untuk mewujudkan pasar yang efisien, berintegritas, dan tangguh.

Sebagai informasi, pemilihan Direksi BEI kali ini mengikuti siklus habisnya masa jabatan periode 2022–2026. Masa kerja direksi saat ini dijadwalkan berakhir pada 29 Juni 2026. Pengangkatan pengurus baru akan diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada akhir Juni mendatang.

Proses awal pemilihan dimulai dengan konsolidasi Anggota Bursa (AB) untuk menyusun paket calon direksi. Tahap ini berlangsung sepanjang Januari hingga Februari 2026. Sesuai regulasi, pencalonan harus diajukan dalam satu paket oleh minimal 10 Anggota Bursa.

Memasuki Maret hingga April 2026, paket calon direksi diserahkan kepada OJK untuk ditelaah. OJK selanjutnya menjalankan uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) pada Mei hingga Juni 2026. Hasil akhir berupa nama-nama calon terpilih akan diumumkan pada pertengahan Juni 2026 sebelum diajukan ke RUPST.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: