Penerbitan Surat Utang Korporasi Kuartal I 2026 Tembus Rp59,35 Triliun, Naik 26,97%

STOCKWATCH (JAKARTA) – Pasar surat utang korporasi nasional tampil semarak pada awal tahun 2026. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat realisasi penerbitan mencapai Rp59,35 triliun sepanjan...

Penerbitan Surat Utang Korporasi Kuartal I 2026 Tembus Rp59,35 Triliun, Naik 26,97%
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH (JAKARTA)Pasar surat utang korporasi nasional tampil semarak pada awal tahun 2026. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat realisasi penerbitan mencapai Rp59,35 triliun sepanjang kuartal I 2026.

Angka ini melonjak 26,97% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp46,8 triliun. Capaian tersebut juga jauh melampaui nilai surat utang jatuh tempo pada kuartal pertama yang sebesar Rp26,88 triliun.

Kepala Divisi Riset Ekonomi Pefindo, Suhindarto, menjelaskan kenaikan ini dipicu oleh kondisi suku bunga yang masih kondusif. Perusahaan memanfaatkan tingkat imbal hasil (yield) yang relatif rendah selama Januari hingga Februari 2026.

Biaya dana dari penerbitan surat utang korporasi saat ini lebih kompetitif. Nilainya lebih murah jika dibandingkan dengan suku bunga kredit perbankan (average lending rate).

"Menerbitkan surat utang korporasi memang akhirnya men-generate biaya dana atau kupon yang lebih murah dibandingkan dengan korporasi untuk mengambil pendanaan yang biasa mereka lakukan ke perbankan," ujar Suhindarto dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: