Stockwatch.id Versi penuh
Market

Portofolio Saham Asuransi Turun Jadi 17,51%, OJK Ungkap Strategi Baru Industri

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan dan volatilitas tinggi pada awal tahun ini. Kondisi pasar modal tersebut berpotensi memengaruhi kinerja investasi industr...

Oleh Daiz 16 Mar 2026 12:50 2 menit baca

Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan dan volatilitas tinggi pada awal tahun ini. Kondisi pasar modal tersebut berpotensi memengaruhi kinerja investasi industri asuransi pada instrumen saham.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun (KE PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono memberikan penjelasan terkait hal tersebut. Menurut dia, perusahaan asuransi kini tengah melakukan penyesuaian portofolio investasi.

Langkah ini dilakukan secara hati-hati. Tujuannya untuk menjaga profil risiko dan kesesuaian dengan kewajiban jangka panjang perusahaan.

Berdasarkan data Januari 2026, penempatan investasi asuransi komersial pada instrumen saham tercatat sebesar 17,51%. Angka ini merupakan porsi dari total investasi industri asuransi komersial.

Nilai tersebut menunjukkan sedikit penurunan. Perkembangan ini sejalan dengan dinamika pasar saham domestik. Industri asuransi juga menerapkan strategi kehati-hatian dalam pengelolaan investasi mereka.

Volatilitas IHSG pada awal tahun juga berdampak pada produk unitlink berbasis saham. Pengaruh ini umumnya dirasakan pada kinerja investasi jangka pendek.

Meski demikian, klaim nilai tunai Produk Asuransi Yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) menunjukkan tren unik. Hingga Januari 2026, klaim PAYDI justru turun sebesar 3,69% secara tahunan atau year on year (YoY).

Penurunan klaim ini menandakan para pemegang polis tidak terpengaruh gejolak pasar untuk menarik dana. Produk unitlink tetap diposisikan sebagai solusi proteksi dengan komponen investasi jangka menengah hingga panjang.

“Perusahaan asuransi umumnya melakukan penyesuaian portofolio investasi secara hati-hati untuk menjaga profil risiko,” ujar Ogi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (16/3/2026).

Ogi juga menyoroti perilaku pemegang polis di tengah fluktuasi pasar saat ini. “Kondisi pasar saat ini belum secara signifikan mendorong peningkatan penarikan dana oleh pemegang polis,” tegasnya.

Topik terkait
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) Bursa Efek Indonesia Pasar Modal RI Investor Asing Jual Saham Capital Outflow aksi jual investor asing IHSG Indeks Harga Saham Gabungan OJK Industri asuransi Indonesia Investasi Saham Asuransi Komersial