Prodia Bidik Pertumbuhan Kinerja Lebih Progresif pada Kuartal II 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) membukukan pendapatan sebesar Rp483 miliar, turun  tipis 0,78% secara year-on-year. Selain itu, Perseroan juga mencatatkan laba bersih sebesa...

Prodia Bidik Pertumbuhan Kinerja Lebih Progresif pada Kuartal II 2025
Bacakan Artikel

Direktur Business & Marketing Prodia, Indriyanti Rafi Sukmawati, menambahkan, Perseroan tetap optimistis dapat bertumbuh, dengan strategi yang telah disiapkan. Di antaranya adalah pengembangan produk tes esoterik, optimalisasi transaksi digital melalui aplikasi U by Prodia, perluasan jaringan outlet Point-of-Care (POC), perluasan segmentasi layanan khususnya bagi peserta BPJS Kesehatan, serta ekspansi segmen pelanggan baru melalui layanan segmented outlet. “Kami juga berkomitmen untuk mengupayakan Perseroan menjadi laboratorium rujukan di kawasan Asia Tenggara (SEA Referrals),” katanya.

Indriyanti mengatakan, Perseroan telah mencatatkan tingkat akuisisi pelanggan baru melalui platform U by Prodia lebih dari 30% di tahun 2024, sehingga turut berkontribusi sebesar 13% terhadap pencatatan volume transaksi pembelian tes laboratorium Prodia.

“Kedepannya peningkatan volume transaksi dan tingkat akuisisi pelanggan baru, diharapkan dapat berkontribusi terhadap total revenue Prodia,” ujarnya.

Sebagai pemegang 39% saham PT Prodia Diagnostic Line (Proline) sejak tahun 2024, Prodia juga menyambut baik pengembangan fasilitas produksi baru oleh Proline pada tanggal 25 April 2025 sebagai langkah strategis dalam memperkuat industri alat kesehatan nasional. Fasilitas produksi baru ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan di berbagai lini, termasuk Kimia Klinik, Rapid Test, Instrumen Diagnostik, dan Biomolekuler.

Peningkatan kapasitas ini ditargetkan untuk menjangkau lebih banyak fasilitas kesehatan di dalam negeri, termasuk puskesmas, serta memperluas penetrasi pasar ekspor hingga 20% lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Saat ini, produk Proline telah digunakan oleh lebih dari 7.000 fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta di seluruh Indonesia.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: