Saham Tinta BLUE Dibeli Raksasa Hong Kong, Siap Pindah Jalur ke Bisnis Baterai Listrik?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Peta persaingan industri nikel dan baterai kendaraan listrik (EV) di Indonesia makin memanas. Medan tempurnya kini merambah ke Bursa Efek Indonesia (BEI). PT Berkah Prima Per...

Saham Tinta BLUE Dibeli Raksasa Hong Kong, Siap Pindah Jalur ke Bisnis Baterai Listrik?
Bacakan Artikel

Perusahaan tersebut merupakan anak usaha Zhejiang Huayou Cobalt Co.,Ltd asal Tiongkok. Fokus utamanya adalah investasi pertambangan dan mineral di luar negeri. Huayou sendiri sangat agresif membangun ekosistem baterai terintegrasi di Indonesia.

Head of Research NH Korindo Sekuritas Indonesia Ezaridho Ibnutama menyoroti aksi korporasi ini. Ia melihat ada peluang besar perubahan model bisnis BLUE setelah berganti pengendali. Skema pencatatan saham jalur belakang (backdoor listing) ini mengizinkan perusahaan berfundamental kuat masuk ke bursa secara praktis.

"Sekitar 30% dari seluruh perusahaan di BEI saat ini mencatatkan kerugian bersih. Regulasi baru ini memicu kemacetan baru pada aksi IPO," ungkap Ezaridho.

Aksi borong saham oleh raksasa global menawarkan jalan pintas menuju lantai bursa. Cara ini dinilai jauh lebih cepat ketimbang merintis Initial Public Offering (IPO) dari nol. Mereka bisa menyerap modal dari investor lokal dan institusi lewat Rights Issue. Dana segar ini nantinya dipakai untuk mendanai hilirisasi nikel di Tanah Air.

Huayou saat ini tercatat memiliki nilai investasi hingga miliaran USD di Morowali dan Pomalaa. Pemindahan aset nikel ke dalam tubuh BLUE diprediksi tinggal menunggu waktu saja.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: