Transformasi BTN untuk Inklusi Keuangan dan Kemandirian Masyarakat: Dari Pembiayaan Rumah Menuju Ekosistem Digital Modern

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) -  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) genap berusia 76 tahun pada Senin, 9 Februari 2026. Bank ini mencatatkan sejarah panjang dalam pembangunan perumahan nasional. Ki...

Transformasi BTN untuk Inklusi Keuangan dan Kemandirian Masyarakat: Dari Pembiayaan Rumah Menuju Ekosistem Digital Modern
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) -  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) genap berusia 76 tahun pada Senin, 9 Februari 2026. Bank ini mencatatkan sejarah panjang dalam pembangunan perumahan nasional. Kini perseroan mengambil langkah berani untuk melakukan transformasi operasional secara menyeluruh. Langkah ini bertujuan mendorong inklusi keuangan sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat. Ekosistem digital modern menjadi senjata utama perseroan dalam melayani nasabah.

Kinerja perseroan membuktikan keberhasilan strategi tersebut. Sepanjang tahun 2025, aset konsolidasian menembus Rp527,8 triliun. Angka ini naik 12,4% secara tahunan (YoY). Laba bersih juga melonjak 16,4% YoY menjadi Rp3,5 triliun. Pencapaian ini ditopang pendapatan bunga bersih sebesar Rp18,4 triliun. Angka tersebut melesat 57,5% dengan margin bunga bersih mencapai 4,2%.

Penyaluran kredit tumbuh sangat impresif. Total pembiayaan mencapai Rp400,6 triliun atau naik 11,9% YoY. Sektor perumahan mendominasi dengan nilai Rp328,4 triliun. Pembiayaan KPR Subsidi menyumbang Rp191,2 triliun. Pembiayaan KPR Non-Subsidi tercatat Rp113 triliun. Perseroan juga menjadi penyalur terbesar Kredit Program Perumahan (KPP) sejak Oktober 2025. Total penyaluran KPP mencapai Rp2,6 triliun. Hingga kini, perseroan telah membiayai 5,8 juta rumah tangga di Indonesia. Pangsa pasar KPR nasional stabil berada di angka 39%. Kualitas kredit pun perlahan membaik. Rasio kredit bermasalah gross turun menjadi 3,1%. Rasio kecukupan modal juga menguat ke level 20,9%.

Inklusi keuangan terwujud nyata lewat inovasi digital. Aplikasi Bale by BTN menjadi motor penggerak utama. Pengguna aktif melonjak 66,1% YoY menjadi 3,7 juta akun per akhir 2025. Volume transaksi melesat 79,2% menjadi 2,2 miliar transaksi. Nilai transaksi berhasil menembus angka Rp103,6 triliun. Ekosistem digital ini mendongkrak Dana Pihak Ketiga (DPK). Total DPK tumbuh 14,6% YoY menjadi Rp437,4 triliun. Saldo pengguna aplikasi menyumbang Rp22,8 triliun bagi pendanaan.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyoroti pentingnya modernisasi layanan perbankan.

“Layanan harus semakin mudah, cepat, dan dapat diakses oleh semua lapisan, menuju visi Mitra Utama Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia,” jelas Nixon di Jakarta, Senin (9/2).

[caption id="attachment_47933" align="alignnone" width="704"] Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu[/caption]

Ekspansi fisik berbasis teknologi terus dipacu. Perseroan menargetkan 100 gerai BTN Digital Store beroperasi pada 2027. Saat ini sebanyak 24 gerai telah hadir di berbagai kota besar. Enam di antaranya berada di area publik strategis. Peresmian gerai terbaru berlangsung di mal Central Park, Jakarta. Gerai ini mengusung konsep tanpa kertas dan pelayanan mandiri. Nasabah dapat membuka rekening di bawah lima menit. Penggantian kartu memakan waktu kurang dari dua menit. Sistem ini terintegrasi dengan data kependudukan dan kecerdasan buatan. Petugas khusus hadir untuk mendampingi nasabah bertransaksi. Gerai ini juga menggabungkan elemen gaya hidup bersama jenama kopi dan foto instan.

Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan menjelaskan alasan di balik pemilihan lokasi area publik.

“Digital store di mall menjadi langkah strategis untuk menjangkau generasi milenial dan Gen Z,” ujar Rully.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: