Terungkap! Ini Alasan Cinema XXI Baru Mau IPO Sekarang Setelah 36 Tahun Berkiprah!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk atau Cinema XXI, telah berkiprah di jagat hiburan Tanah Air sejak tahun 1987. Setelah sekitar 36 tahun beroperasi, kelompok bioskop terbesar d...

Terungkap! Ini Alasan Cinema XXI Baru Mau IPO Sekarang Setelah 36 Tahun Berkiprah!
Bacakan Artikel

Mengutip survei yang dilakukan oleh Euromonitor International di awal tahun 2023, terungkap fakta yang menyatakan bahwa sekitar 76% masyarakat di Indonesia pergi ke bioskop setidaknya sekali dalam sebulan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 62% di antaranya menilai menonton merupakan salah satu kegiatan sosial utama bersama keluarga dan sahabat.

Masih berdasarkan sumber riset yang sama, potensi pertumbuhan jumlah layar bioskop di Tanah Air masih sangat besar. Pasalnya, Indonesia baru memiliki 7,6 layar per satu juta penduduk. Adapun total layar bioskop dari seluruh operator di Indonesia hingga akhir tahun 2022 diestimasi sekitar 2.107 layar.

Sebagai perbandingan, berkaca pada hasil riset Euromonitor, negara maju rata-rata memiliki 84,3 layar per satu juta penduduk (estimasi 2022. Sementara itu, di Asia Tenggara rata-rata memiliki 30,2 layar per satu juta penduduk.

Selain itu, Euromonitor juga mencatat, Indonesia memiliki industri film domestik yang besar dan berkembang. Hingga akhir 2023, kontribusi film domestik terhadap gross box office/GBO Indonesia diproyeksikan sebesar 51%.

Adapun Cinema XXI sekarang tercatat sebagai pemimpin pasar di industri bioskop negeri ini. Hingga akhir 2022, Cinema XXI memiliki 1.216 layar di 225 lokasi bioskop yang tersebar pada 55 kota di Indonesia.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: