Terungkap! Ini Alasan Cinema XXI Baru Mau IPO Sekarang Setelah 36 Tahun Berkiprah!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk atau Cinema XXI, telah berkiprah di jagat hiburan Tanah Air sejak tahun 1987. Setelah sekitar 36 tahun beroperasi, kelompok bioskop terbesar d...
ย โDengan propek peningkatan jumlah masyarakat berpenghasilan menengah dan kondisi demografi Indonesia yang cukup unik, kami rasa, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk go public atau IPO,โ ujar Hans, dalam keterangan resmi kepada media, di Jakarta, Jumat (7/7/2023).
Ia menggarisbawahi, pendanaan yang diperoleh Perseroan dari IPO ini akan menperkuat permodalan Cinema XXI. Ini dapat mendukung perluasan jejaring bisokop Perseroan di seantero nusantara. โKami dapat menjangkau daerah- daerah yang selama ini belum terdapat bioskop,โ bebernya.
Cinema XXI, lanjut Hans, akan menggunakan sekitar 65% dari dana hasil IPO untuk pendanaan belanja modal pengembangan jejaring bioskop di Indonesia. Ini akan dilakukan melalui pembangunan bioskop baru, pembelian peralatan proyeksi gambar dan suara dengan teknologi terbaru dan peralatan lainnya untuk meningkatkan kualitas bioskop yang ada saat ini dan kenyamanan penonton. Sekitar 15% akan digunakan untuk modal kerja. Sekitar 20% akan digunakan untuk pembayaran kewajiban jangka pendek Perseroan.
ย โKami optimistis terhadap perkembangan industri hiburan di Tanah Air, terutama sektor bioskop. Hal ini didukung oleh budaya menonton film yang kuat di Indonesia serta potensi pertumbuhan jumlah layar bioskop di Indonesia masih sangat besar. Selain itu, pemilihan lokasi yang strategis dimana mayoritas lokasi bioskop Cinema XXI berada di pusat perbelanjaan terkenal dengan arus pengunjung tinggi juga mendukung pertumbuhan bisnis kami,โ ungkap Hans.
IPO Cinema XXI akan ย didahului dengan penawaran awal (book building) yang mulai dibuka pada 10-14 Juli 2023. Untuk memuluskan aksi korporasi ini, PT Indo Premier Sekuritas, PT J.P. Morgan Sekuritas Indonesia, PT Mandiri Sekuritas dan PT UBS Sekuritas Indonesia ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi Efek.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...