Wall Street Berakhir Mixed, Dow Jones Anjlok Tiga Hari Berturut-turut

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street berakhir mixed pada penutupan perdagangan Rabu (3/4/2024) waktu setempat atau Kamis pagi (4/4/2024) WIB. Indeks Dow Jones Industrial Average kembali anjlok. Artin...

Wall Street Berakhir Mixed, Dow Jones Anjlok Tiga Hari Berturut-turut
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (NEWYORK) Wall Street berakhir mixed pada penutupan perdagangan Rabu (3/4/2024) waktu setempat atau Kamis pagi (4/4/2024) WIB. Indeks Dow Jones Industrial Average kembali anjlok. Artinya, sudah tiga hari berturut-turut DJIA mengalami penurunan.

Mengutip CNBC International, Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York, AS ditutup merosot 43,10 poin atau 0,11% menjadi 39.127,14. Nasib sebaliknya terjadi pada indeks S&P 500 (SPX) yang mengalami kenaikan tipis sebesar 5,68 poin atau 0,11% menuju level 5.211,49. Setali tiga uang, indeks komposit Nasdaq (IXIC) juga terkerek sebanyak 37,06 poin atau  0,23% menjadi 16.277,46.

Penurunan DJIA dipicu oleh kejatuhan saham Intel lebih dari 8% setelah perusahaan tersebut melaporkan kerugian operasional dalam bisnis pembuatan semikonduktor. Saham Nvidia, perusahaan kecerdasan buatan, juga berbalik merah meskipun sempat naik, sehingga membatasi kenaikan pasar. Namun, beberapa saham teknologi mega cap mengalami lonjakan seperti Netflix tumbuh 2,6% dan Meta Platforms menanjak sekitar 1,9%.

Peningkatan suku bunga terus menimbulkan tekanan bagi pasar saham. Data ADP yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan pertumbuhan upah swasta yang melebihi perkiraan pada bulan Maret. Ini memberikan indikasi tambahan tentang ketahanan ekonomi. Investor semakin khawatir tentang kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.

Para pejabat Fed juga menepis kemungkinan suku bunga turun lebih cepat dari yang diharapkan. Presiden Fed Atlanta, Raphael Bostic, mengatakan kepada CNBC pada Rabu pagi bahwa dia hanya melihat satu pemangkasan suku bunga tahun ini, pada suatu waktu di kuartal keempat. Ketua Fed, Jerome Powell, mengatakan pada sore hari bahwa bank sentral membutuhkan lebih banyak bukti inflasi yang melandai sebelum menurunkan biaya pinjaman.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2