Wall Street Terjun Bebas, Dow Jones Longsor Parah Hampir 400 Poin

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street terjun bebas pada penutupan perdagangan Selasa (2/4/2024) waktu setempat atau Rabu pagi (3/4/2024) WIB. Kejatuhan Bursa Saham Amerika Serikat (AS) itu seiring den...

Wall Street Terjun Bebas, Dow Jones Longsor Parah Hampir 400 Poin
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (NEWYORK) Wall Street terjun bebas pada penutupan perdagangan Selasa (2/4/2024) waktu setempat atau Rabu pagi (3/4/2024) WIB. Kejatuhan Bursa Saham Amerika Serikat (AS) itu seiring dengan kenaikan imbal hasil obligasi dan berkurangnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga pada bulan Juni.

Mengutip CNBC International, Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York, AS ditutup turun sebanyak 396,61 poin atau 1% menjadi 39.170,24. Nasib serupa terjadi pada indeks S&P 500 (SPX) yang mengalami kemerosotan 37,96 poin atau 0,72% menjadi 5.205,81. Senasib, indeks komposit Nasdaq (IXIC) juga longsor sebesar 156,38 poin atau  0,95% menjadi 16.240,45. Ini merupakan hari terburuk sejak 5 Maret untuk Dow Jones dan S&P 500.

Awal kuartal kedua menantang bagi pasar saham, dengan data inflasi yang tetap tinggi pada akhir pekan lalu dan data ekonomi yang kuat pada hari Senin. Hal ini mengakibatkan kenaikan imbal hasil obligasi dan mengurangi kemungkinan Federal Reserve akan menurunkan suku bunga pada bulan Juni. Pada hari Selasa, saham-saham mengalami tekanan lebih lanjut karena imbal hasil obligasi 10-tahun melonjak ke level tertinggi sejak 28 November. Selain itu, harga minyak juga naik ke level tertinggi yang terakhir kali terlihat lima bulan lalu.

Pada hari Selasa, saham Tesla turun sebesar 4,9% setelah mengumumkan hasil pengiriman kuartal pertama yang mengecewakan. Sementara itu, perusahaan teknologi besar seperti Nvidia, Alphabet, dan Microsoft juga mengalami penurunan pada penutupan hari tersebut.

S&P 500 mencatat kenaikan sebesar 10% selama kuartal pertama, menciptakan awal tahun terbaik sejak 2019. Investor berharap inflasi akan turun sehingga bisa mendorong Federal Reserve memulai pemotongan suku bunga, sementara pertumbuhan ekonomi terus berlanjut. Nasdaq mengalami kenaikan sebesar 9% selama kuartal pertama, didorong oleh lonjakan saham-saham terkait kecerdasan buatan seperti Nvidia..

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2