Ancaman Scam Serius! Kerugian Dana Korban Rp4,6 Triliun per 17 Agustus 2025

STOCKWATCH.ID. (JAKARTA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Satgas PASTI membentuk Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) sebagai pusat penanganan penipuan (scam) dalam transaksi di sektor keuangan. Be...

Ancaman Scam Serius! Kerugian Dana Korban Rp4,6 Triliun per 17 Agustus 2025
Bacakan Artikel

Sementara itu, Menteri Komdigi Meutya Hafid mengharapkan agar kinerja dan kolaborasi yang telah terjalin bisa menjadi lebih efektif lagi dan mengimbau agar masyarakat selalu waspada serta lebih berhati-hati dalam bertransaksi.

“Kerja ini bukan dimulai hari ini, tapi sudah sejak sepuluh bulan lalu saat Ketua OJK pertama kali berdiskusi mengenai Anti-Scam Center. Alhamdulillah hari ini sudah beroperasi baik. Dengan itu, kita bisa bekerja lebih cepat lagi, dan kesadaran masyarakat tetap penting yaitu untuk melindungi diri, dan segera laporkan bila terjadi apa-apa,” ujar Meutya.

Adapun Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Nugroho Sulistyo Budi, meminta masyarakat korban scam untuk segera melaporkan keluhannya. “Jika terlambat, transaksi dan perpindahan dana sudah berjalan sangat cepat. Karena itu, laporan korban sangat penting untuk pelacakan. BSSN akan terus membantu bersama Kominfo dalam melacak akun-akun dan URL yang digunakan pelaku scam,” tegas Nugroho.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, menyampaikan bahwa fokus BNPT adalah pada pada pendanaan terorisme, yang digunakan untuk propaganda maupun rekrutmen. “Dengan bergabung di Satgas PASTI, mitigasi dapat lebih kuat. Hari ini juga Kampanye Nasional Berantas Scam, yang memudahkan langkah kita. Hal ini mendukung Asta Cita Presiden sebagaimana dituangkan dalam RPJMN 2021–2029,” kata Eddy.

Ketua AFTECH Pandu Sjahrir menyampaikan terima kasih atas kolaborasi yang telah berjalan dan mengharapkan kampanye nasional yang diluncurkan hari ini dapat dijalankan secara optimal dan bersama-sama.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: