Bahlil Buka 118 Blok Migas untuk Investor, Target Produksi Minyak RI Digenjot ke 1 Juta Barel

STOCKWATCH.ID (TANGERANG) โ€“ Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengambil langkah agresif untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Menteri ESDM Bahlil Lah...

Bahlil Buka 118 Blok Migas untuk Investor, Target Produksi Minyak RI Digenjot ke 1 Juta Barel
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (TANGERANG) โ€“ Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengambil langkah agresif untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menawarkan ratusan Wilayah Kerja (WK) Minyak dan Gas Bumi (Migas) potensial kepada para investor global dan domestik. Langkah besar ini bertujuan mengejar target produksi nasional sebesar 900 ribu hingga 1 juta barel minyak per hari pada 2029.

Langkah percepatan ini diumumkan Bahlil dalam pembukaan Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 di Tangerang, Banten, Rabu (20/5/2026). Hingga Mei 2026, kementerian telah memetakan 118 WK Migas potensial. Sebaran ini mencakup 43 wilayah tahap studi bersama dan 50 wilayah tahap penawaran studi serta akuisisi data baru. Sebanyak 25 wilayah lainnya telah resmi ditandatangani kontrak pengelolaannya.

Bahlil menegaskan proses lelang dilakukan secara transparan dan terbuka bagi pemilik modal yang memiliki teknologi mumpuni.

"Ini saya buka secara umum, siapa saja boleh (ikut). Tidak perlu nego-nego di belakang meja," ujar Bahlil di depan para pelaku industri migas. Ia menekankan keseriusan investor menjadi syarat utama untuk mengelola kekayaan alam demi kepentingan negara.

Puncak dari komitmen investasi ini ditandai dengan penandatanganan kontrak 8 WK Migas hasil lelang tahun 2025. Kedelapan wilayah tersebut adalah Gagah, Bintuni, Karunia, Drawa, Jalu, Southwest Andaman, Barong, dan Nawasena. Total nilai komitmen pasti dari delapan blok ini mencapai USD 57,95 juta. Selain itu, pemerintah mengantongi total bonus tanda tangan sebesar USD 3,15 juta.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: