Bahlil Ungkap 3 Strategi Pemerintah Kejar Target Produksi Migas 2026: Teknologi, Sumur Tua, dan Blok Baru
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Pemerintah berkomitmen penuh meningkatkan lifting serta produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional. Langkah ini tetap menjadi prioritas meski capaian lifting minyak bumi t...
STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Pemerintah berkomitmen penuh meningkatkan lifting serta produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional. Langkah ini tetap menjadi prioritas meski capaian lifting minyak bumi tahun 2025 sudah menembus 605,3 ribu barel. Angka tersebut tercatat melampaui target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan senjata utama untuk mengoptimalkan lifting migas. Pemerintah bakal menerapkan teknologi lanjutan pada sumur migas eksisting. Teknologi tersebut meliputi Enhanced Oil Recovery (EOR), fracking, hingga horizontal drilling.
"Untuk meningkatkan lifting, mau tidak mau, harus kita suntik dengan teknologi. Sumur-sumur yang sudah lama ini kita suntik pakai teknologi, nggak ada cara lain. EOR salah satunya," ujar Bahlil di Jakarta, dikutip Jumat (13/2/2026).
Bahlil menyadari penerapan teknologi canggih ini sering terkendala masalah keekonomian. Oleh karena itu, Pemerintah memberikan fleksibilitas skema kontrak kerja sama bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
Kini, KKKS bebas memilih skema kontrak kerja sama yang paling sesuai. Opsinya adalah skema Gross Split atau Cost Recovery. Kebijakan ini menjadi jalan tengah demi menjaga keberlanjutan produksi migas dan ketahanan energi nasional.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) Surplus US$5,64 Miliar pada Januari-April 202...
- Ekspor Ferro Nickel Dibatasi, Bagaimana Nasib Ambisi Indonesia Jadi Raja EV Duni...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...