Bank Mandiri Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,06% Sepanjang 2024. Ini Alasannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Direktur Treasury & International Banking PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), Eka Fitria, optimistis kondisi perekonomian dan pasar keuangan Indonesia akan semakin baik...

Bank Mandiri Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,06% Sepanjang 2024. Ini Alasannya
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Direktur Treasury & International Banking PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), Eka Fitria, optimistis kondisi perekonomian dan pasar keuangan Indonesia akan semakin baik ke depannya. Eka mengungkapkan hal tersebut ketika menjadi keynote speech diacara Mandiri Macro Market Brief - Thriving Through Transition, Kamis (26/9/2024).

Salah satu perkembangan terbaru yang memicu optimisme Eka adalah mulai stabilnya kondisi ekonomi global, serta inflasi yang berhasil dikendalikan. Hal ini, mendorong Bank Sentral AS menurunkan suku bunga sebesar 50 basis point pada pertemuan FOMC tanggal 18 September lalu.

Di hari yang sama, Bank Indonesia juga ikut menurunkan suku bunga sebesar 25 basis point untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah inflasi domestik yang tetap terjaga. โ€œOptimisme terhadap penurunan suku bunga ini berhasil memperkuat nilai tukar rupiah, yang kemarin mencapai Rp15.100 per dolar AS. Penguatan rupiah ini juga didorong oleh aliran modal asing yang mulai kembali masuk ke aset-aset berbasis rupiah,โ€ ujarnya.

Eka mengatakan, beberapa indikator ekonomi makro Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang baik. Pertama, kinerja ekonomi Indonesia pada triwulan ke-2 2024 tumbuh sebesar 5,05%, meski sedikit melambat dibandingkan triwulan ke-2 2023 yang mencapai 5,17%. Pertumbuhan ini masih ditopang oleh konsumsi masyarakat dan investasi.

Kedua, kendati perlambatan ekonomi global menyebabkan penurunan ekspor, namun neraca perdagangan Indonesia tetap mencatat surplus. Selama periode Januari hingga Agustus 2024, surplus neraca perdagangan tercatat sebesar 18,9 miliar US$, menurun dari 24,3 miliar US$ pada periode yang sama tahun lalu. Secara year-to-date, surplus perdagangan turun 22% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: