BNI Sambut Positif Turunnya Suku Bunga BI, Siap Dorong Kredit dan Ekonomi
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk(BBNI) atau BNI menyambut positif langkah Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,00%. Kebijak...
STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk(BBNI) atau BNI menyambut positif langkah Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,00%. Kebijakan ini dinilai bisa memberi stimulus bagi perekonomian nasional di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan penurunan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) menjadi langkah strategis. Menurutnya, kebijakan tersebut akan mendorong kredit dan memperkuat daya beli masyarakat.
“Kebijakan penurunan suku bunga acuan merupakan langkah strategis yang diharapkan mampu mendorong permintaan kredit dan memperkuat daya beli masyarakat, sehingga dapat menopang pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Okki dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Ia menjelaskan, keputusan BI membuka ruang bagi perbankan termasuk BNI untuk menyesuaikan suku bunga kredit secara bertahap. Pertimbangannya meliputi struktur dan jangka waktu kredit, profil risiko nasabah, kondisi likuiditas bank, serta persaingan di pasar.
“Keputusan tersebut memerlukan pertimbangan yang komprehensif, tidak hanya dari sisi profitabilitas bank dan perilaku nasabah, tetapi juga mempertimbangkan dinamika kompetisi di pasar. Oleh karena itu, penyesuaian dilakukan secara gradual sambil tetap mengutamakan kualitas aset,” jelas Okki.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) Surplus US$5,64 Miliar pada Januari-April 202...
- Ekspor Ferro Nickel Dibatasi, Bagaimana Nasib Ambisi Indonesia Jadi Raja EV Duni...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...