Bursa Eropa Rontok Usai Trump Ngamuk Lagi! Saham Otomotif Langsung Ambles 3%!
STOCKWATCH.ID (LONDON) โ Bursa saham Eropa ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (23/5/2025) waktu setempat. Tekanan datang setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, soal renca...
STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (LONDON) โ Bursa saham Eropa ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (23/5/2025) waktu setempat. Tekanan datang setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, soal rencana tarif baru. Trump menyebut akan mengenakan tarif sebesar 50% terhadap produk-produk asal Uni Eropa. Pernyataan itu langsung membuat pasar cemas.
Investor khawatir ketegangan dagang antara AS dan Uni Eropa kembali memanas. Aksi jual pun terjadi di berbagai bursa utama Eropa. Pelaku pasar memilih untuk bersikap hati-hati sambil menunggu langkah lanjutan dari kedua belah pihak.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang mencakup saham-saham utama di kawasan Eropa turun 1%.
Saham-saham sektor otomotif justru menjadi yang paling terpukul. Indeks otomotif Eropa anjlok 3% usai pernyataan Trump menggaungkan kekhawatiran soal hubungan dagang antara Amerika Serikat dan Uni Eropa.
Namun secara umum, pasar tampak masih bisa bertahan. โPasar saham Eropa tampaknya mengabaikan ancaman tarif dari Presiden Donald Trump,โ tulis laporan CNBC.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Stock Futures Bergerak Datar, Wall Street Menunggu Kepastian dari Timur Tengah
- Wall Street Tutup Mei dengan Rekor Baru, Saham Dell Melonjak 33% di Tengah Eufor...
- Harapan Gencatan Senjata AS-Iran Menguat, Bursa Eropa Kompak Parkir di Zona Hija...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%